Senin, Oktober 3, 2022
spot_img

Biaya Pembangunan Rumah Deret Membengkak

BerandaHeadlineBiaya Pembangunan Rumah Deret Membengkak
BANDUNG – Biaya pembangunan rumah deret Tamansari menyedot anggaran hingga Rp112 miliar, itu membengkak dari semula dialokasikan Rp66 miliar kini harus menambah Rp46 miliar karena harga bahan bangunan naik.
“Tahun 2017 pembangunan tertunda karena ada yang menolak sehingga di tahun 2021 ini baru dibangun sudah pasti harga bahan bangunan naik, ” ujar Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Dadang Darmawan di Kantornya Jalan Caringin, Kamis (21/1/2021).
Selain biaya bahan pembangunan yang membengkak, biaya sewa atau kontrakan bagi penghuni Tamansari RW 11 Kelurahan Tamansari yang rumahnya dibongkar pun membengkak.
Pasalnya, dana untuk biaya kontrak rumah warga setiap tahunnya Rp3,6 miliar untuk  187 Kepala Keluarga. Padahal seharusnya satu tahun sewa.
“Tapi karena pembangunan tertunda sudah tiga tahun anggaran digelontorkan untuk sewa rumah tersebut,” kata Dadang seraya memastikan, pembangunan rumah deret akan selesai tahun ini walau masih ada 3 KK yang menolak.
Namun demikian, Dadang merasa heran kepada warga yang masih menolak pembangunan di lahan milik Pemkot  yang diperkuat sertifikat itu. Ditambah warga hanya sementara tinggal di rumah kontrakan, setelah rumah deret selesai bisa kembali nempati rumah deret bahkan selama lima tahun gratis.
Dadang menjelaskan konsep bangunan rumah deret tahap pertama ini akan berupa bangunan  bertingkat dengan 6-10 lantai. Ada dua tipe unit yaitu tipe 33 dan 39. Ada tempat usaha dan berbagai fasilitas umum lainnya.
Konsepnya rumah panggung, konservasi tanah menyerap air dan lebih banyak ruang terbuka dan ada rooft garden dan selasar dipakai ruang pertemuan warga.(kai)

Berita Terbaru