Rabu, Oktober 5, 2022
spot_img

Terima Vaksinasi Tahap Kedua, Ema: Tetap Patuhi 3M

BerandaHeadlineTerima Vaksinasi Tahap Kedua, Ema: Tetap Patuhi 3M
BANDUNG – Sekda Kota Bandung Ema Sumarna, Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampeorna, Ariel Noah dan Risa Saraswati serta ribuan tenaga di fasilitas kesehatan menerima penyuntikan vaksin sinovac kedua.
Menurut Ulung sejak vaksin kesatu ataupun kedua dirinya tidak merasakan gejala-gejala apapun sampai sekarang. Begitupun yang Sekda Ema Sumarna tidak merasakan gejala yang aneh.
“Saya alhmdulillah setelah vaksin pertama pada tanggal 14 tidak ada efek samping apa pun kalau pegal itu lumrah orang yang disuntik. Ternyata tadi ada scrining lagi tadi, saya juga ditanya berbagai hal alhmdulillah memenuhi persyaratan dan alhmdulillah saya sudah disuntik yang kedua dan sekarang saya disini menunggu waktu sekitar 25 menit lagi nanti dokter akan mengontrol ada dampak atau tidak,” ucap Ema di RSKIA.
Ema mengaku sepakat walau pun sudah lakukan vaksin dua kali bahwa 3M 1T (Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan tetap menjadi budaya di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
“Mudah-mudahan saya sama pak komandan (Ulung) tidak mengurangi dari aspek semangat kinerja yang seperti biasa kita melayani warga masyarakat,” ucapnya lagi.
Lanjutnya, berdasarkan laporan dari Kadinkes, bahwa target untuk tahap awal itu 23 ribu dan sekarang tenaga kesehatan yang sudah di vaksin sudah mencapai 10. 807 atau 46,60 persen.
Ema membenarkan tidak akan persis 100 persen, karena pada saat di proses pasti ada yang lolos scrining.
“Kalau orang yang alasanya tidak jelas persentasinya sangat kecil. Jadi masalah scrining ini tidak akan mencapai 100 persen, itu bukan hanya di Bandung tapi di daerah lain juga bakal seperti itu,” pungkasnya.
Disinggung apakah yang beralasan tidak divaksin akan ada sanksi, Ema mengatakan tidak ada hanya diingatkan dan terus di undang tetaapi jika ada alasan-alasan yang tidak bisa di pertanggung jawabkan akan disampaikan keatasannya masing-masing.
Ema pun menyebutkan vaksinasi setelah tenaga kesehatan dilanjut ke jajaran Kepolisian, TNI dan ASN serta target lebih besar secara umum termasuk awak media.
“Akan menjadi target berikutnya karena kita sadari temen-temen press banyak di lapangan harus punya imunitas yang bagus anti body yang bagus,” imbuhnya.(kai)

Berita Terbaru