Rabu, September 28, 2022
spot_img

Monitoring, Sejumlah Resto di Jalan Diponegoro Kota Bandung Diminta Kurangi Kursi

BerandaHeadlineMonitoring, Sejumlah Resto di Jalan Diponegoro Kota Bandung Diminta Kurangi Kursi

BANDUNG – Melanggar protokol kesehatan terkait melebihi kapasitas pengunjung tidak sesuai dengan yang di atur, restoran Seafood di Jl Dipenogoro ditindak tegas.

Oleh Satgas Pencegahan covid-19 Kecamatan Bandung Wetan, pihak restoran diperintahkan menyimpan sejumlah kursinya untuk tidak dipergunakan sementara waktu.

Camat Bandung Wetan Sony Bakhtiar membenarkan penindakan tegas itu, pasalnya restoran tersebut sudah berulang kali melanggar.
“Mengacu pada Perwal no 3 tahun 2021 perubahan no 1 tahun 2021 PSBB proposional jam operasional dibatasi 10.00 – 20.00, okupansi 25% jumlah kapasitas yang ada. Ini lanjutan sanksi tegas kami, dengan meminta manager untuk sanksi selanjutnya jika kembali melanggar sesuai perintah atasan pencabutan izin,” jelas Sony di lokasi monitoring, Jumat (29/1/2021).
Selama ini kata Sony pihaknya sudah menyegel 12 tempat usaha baik hotel, restoran ataupun hiburan. Dan jika masih melanggar akan ditingkatkan penegakan pencabutan operasional.
“Seluruh hotel, perkantoran dan restoran, pagi siang malam tanpa henti-hentinya kami ingatkan agar masyarakat sadar pentingnya prokes. Dengan begini ekonomi tetap berkegiatan dan kesehatan terjaga,” ucapnya.
“Sulanjana ada 3, Ciliwung – Bengawan ada 4, Trunojoyo 1 tempat restoran tapi  digunakan tempat hiburan atau bar,” bebernya.
Sementara untuk pedagang kaki lima (PKL) kata Sony memang menjadi perhatian khusus terutama di wilayah Cibeunying Utara, Cisangkuy, Cilaki.
Tempat itu menjadi konsentrasi pihaknya agar mematuhi protokol kesehatan, tetapi kata Sony, untuk berhasilnya penerapan protokol kesehatan itu butuh  kesadaran bersama sama tidak hanya Satgas.
Lanjutnya harus ada kemauan kesadaran masyarakat sendiri, himbau edukasi sering dilakukan dan masyarakat mau tetapi setelah ditinggalkan petugas, terkadang kembali lagi mengulang yang sama.
Masih kata Sony pihaknya bersama forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkompimcam) dan Dishub akan membahas penutupan jalan di daerah Cisangkuy dan Cilaki hal itu guna memperketat ruang gerak PKL dan kerumunan massa.
“Disana kalau weekend biasanya hari Sabtu buka pukul 06.00 tapi kalau Minggu mulai pukul 04.00. Padahal kita sudah menggelar penindakan sebelum ada informasi dan pengaduan dari satgas, tapi kesalahan sama diulang-ulang,” tutupnya.(kai)

Berita Terbaru