Rabu, September 28, 2022
spot_img

Dewan Pertanyakan Menjamur PKL Dadakan Langgar Jam Operasional PPKM Mikro

BerandaDaerahDewan Pertanyakan Menjamur PKL Dadakan Langgar Jam Operasional PPKM Mikro

BANDUNG – Anggota DPRD Kota Bandung Erik Darmajaya menyesalkan pengetatan jam operasional bagi pelaku usaha formal malah kini menumbuh suburkan pedagang kaki lima (PKL) dadakan yang enggan menerapkan jam operasional sesuai aturan dimasa pandemi ini.

Dua daerah yang sempat ia lihat sendiri PKL dadakan yakni di kediaman orang tuanya jalan Pungkur dan jalan Lengkong.
Setiap pukul 18.00 wib – selesai, para PKL dadakan menjajakan berbagai makanan dan minumannya tanpa menghiraukan kegiatannya itu menganggu atau tidak menganggu para penghuni disana.
“Di jalan Pungkur dan jalan Lengkong, alasannya sementara karena covid-19,” ungkap Erik di lokasi Jumat, (12/2/2021).
Kegiatan para PKL itu kata Erik tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada semua warga disana, hanya sebagian saja yang menerima informasi bahwa daerahnya akan dipergunakan PKL dari sore hingga malam.
“Tapi yang warga pemilik rumah keberatan saya tanya ke PKL nya kok dadakan sementara covid aja. Saya tanya warga ada yg sudah didatangi RT RW jawabnya ada yang sudah ada juga yang belum,” terang Erik Ketua Fraksi PSI itu.
“Saya sendiri mengalami mau parkir tiba tiba diusir, lah saya penghuni terus harus parkir dimana? Mereka mulai dari jam 18.00- sampai malam gak jelas jam berapa,” gerutu Erik
Lanjutnya jangan sampai pembiaran itu menjadi masalah, disisi lain mall, restoran, cafe atau tempat hiburan buka hanya sampai jam 21.00 wib sedang mereka ‘PKL’ diperbolehkan buka sama malam dan disana pun banyak terjadi kerumunan.
Karena itu Erik meminta pemerintah turun tangan. Bukan hanya pemerintah kota namun juga di kewilayahan masing masing.
“Pemerintah harus turun dong, harus diatur PKL PKL itu. Masa yang di Gasibu dekat UNPAD gak boleh, didaerah lain malah berkembang subur. Sekarang pada geser ke gang ya,¬†restoran cafe dipaksa tutup, PKL lain didaerah lain dipaksa tutup. Ini jalan protokol malah dibuka baru, ini gimana,” keluhnya lagi.
Senada dengan Erik, Dudi warga Babakan jeruk pun mengeluhkan keramaian di jalan Ganesha, pasalnya setiap malam banyak sepeda motor terparkir disana.
“Disana anak anak muda pada nongkrong dan berkerumun. Saya sempet ditanya sama penumpang saya, katanya Bandung ketat tapi kok kenyataan ya gitu,” ucap pengemudi taksi online tersebut.(kai)

Berita Terbaru