Rabu, November 30, 2022
spot_img

81 Ribu Warga Kota Bandung Akses Layanan Online Kependudukan

BerandaHeadline81 Ribu Warga Kota Bandung Akses Layanan Online Kependudukan

BANDUNG – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Tatang Mukhtar, menyampaikan sejak Januari sampai Desember Tahun 2020, sudah 81.682 orang mengakses layanan secara online/daring Salaman (Selesai Dalam Genggaman) dan Pemuda (Pemutakhiran Data Mandiri).

Dengan aplikasi ini, kata Tatang warga bisa mengurus dokumen kependudukan secara online dan cukup dilakukan di rumah saja. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini.

Tatang menerangkan layanan Salaman yakni applikasi yang melayani akta kelahiran, akta kematian, Surat Keterangan Pindah WNI (SKPWNI), pindah dalam kota dan Kartu Identitas Anak (KIA). Aplikasi ini diluncurkan pada Desember 2019.

“Kalau dari semua jenis layanan, 90 persen sudah online. Karena yang offline hanya rekam cetak KTP elektronik dan legalisir,” ujar di kantornya, Jalan Ambon, Jumat (12/3/2021).

Sedang aplikasi Pemuda yakni aplikasi untuk perbaikan elemen data yang diluncurkan Februari 2020. Selain itu, ada pula aplikasi e-punten yakni eletronik pendaftaran penduduk tidak permanen, yang bisa dimanfaatkan oleh penduduk non permanen dan pindah datang yang ingin mengurus administrasi kependudukan. Kemudian layanan surat elekronik/email untuk surat perkawinan dan perceraian.

“Selama persyaratan lengkap, pengajuan dokumen kependudukan lewat aplikasi ini dalam 1 hari juga sudah langsung di proses. Namun untuk Salaman saat ini sedang maintenance, hingga 15 Maret mendatang,” terangnya.

Untuk hasil dokumen kependudukannya, kata Tatang, warga bisa mencetaknya secara mandiri dengan kertas HVS ukuran A4 80 gram.

“Kecuali untuk rekam KTP elektronik, untuk fotonya itu harus datang ke kantor,” terangnya.

Dikatakan Tatang, aplikasi-aplikasi tersebut merupakan bagian dari inovasi pelayanan yang dirancang Disdukcapil. Inovasi pelayanan ini pun masuk dalam enam indikator untuk penilaian evaluasi kinerja pelayanan publik. Untuk indikator lainnya adalah kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana dan prasarana pelayanan, sistem informasi pelayanan, konsultasi dan pengaduan.

Keenam indikator ini pun sudah dipenuhi Disdukcapil Kota Bandung. Hasilnya, Disdukcapil diganjar penghargaan kinerja pelayanan publik kategori pelayanan prima dari Kementrian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Penghargaan ibi diserahkab di Hotel Ritz Carltib SCBD Jakarta, Selasa (9/3) lalu.

“Setelah 4 tahun berturut-turut mendapat nilai A-, tahun ini A nya bulat masuk kategori pelayanan prima. Salah satunya karena perbaikan sistem, dengan menghadirkan layanan online sehingga mengurangi kerumunan masyarakat,” terangnya

Dikatakannya, Disdukcapil Kota Bandung memegang tegug prinsip standar pelayanan yang terkait dengan penyampaian pelayanan dan proses pengelolaan pelayanan di internal organisasu sesuai Permen PANRB Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan.(kai)

Berita Terbaru