Rabu, Oktober 5, 2022
spot_img

Wakil Wali Kota Bekasi Dorong UMKM Pengrajin Tempe Bentuk Paguyuban Dan Koperasi

BerandaKota BekasiWakil Wali Kota Bekasi Dorong UMKM Pengrajin Tempe Bentuk Paguyuban Dan Koperasi

KOTA BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, meninjau lokasi pengrajin tempe, toge dan tahu yang bertempat di Durenjaya, RT05, RW05, Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi, Sabtu (27/3).

Peninjauan tersebut didasari dorongan Wakil Wali Kota Bekasi untuk meningkatkan mutu dan kualitas para UMKM di Kota Bekasi agar dapat meningkatkan produktivitas para pelaku UMKM.

Dalam peninjauan tersebut, pria yang akrab disapa Mas Tri tersebut mendapati aspirasi dari beberapa pengrajin tempe yang mengeluhkan tingginya bahan baku kedelai dan kacang hijau.

Pengrajin tempe mengeluhkan tingginya harga bahan baku pembuatan tempe yang biasanya Rp17.000 per kilogram dari importir, kini berubah menjadi Rp38.000 per kilogram.

Dari kenaikan bahan baku tersebut berimbas kepada minimnya pemasokan tahu tempe dipasaran, yang biasanya para pengrajin tempe memerlukan lebih kurang 2,1 ton perhari, produksi menjadi berkuran dari biasanya.

Sedangkan para pengrajin tempe merasa berat untuk memenuhi pasokan jika harus menaikan harga tempe, toge dan tahu di pasaran.

“Yang saya ingin sampaikan kepada Pak Wakil, saya selaku sekaligus mewakili para pengrajin tempe, meminta perhatian dari pemerintah untuk dapat membantu mengatasi permasalahan bahan baku yang mahal dari importir kepada para pengrajin tempe,” ujar Ihsan Budiman, pengrajin tempe.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyikapi apa yang menjadi keluhan para pengrajin tempe.

Mas Tri menyampaikan, akan segera menindak lanjuti keluhan tersebut, proses yang akan dilakukan diantaranya meneruskan keluhan tersebut kepada Wali Kota Bekasi yang kemudian akan diteruskan ke Menteri Pertanian.

“Saran saya silahkan dibentuk paguyuban para pengrajin tahu tempenya yang kemudian bentuk koperasi yang bekerjasama dengan pemerintahan, dengan demikian selain mendapatkan legalitas paguyuban, jika ada permasalahan seperti hal demikian bisa kita teruskan ke Kementerian terkait,” tegasnya.

Tri berharap, untuk sementara ini para pengrajin tempe agar tetap produktif seperti biasa, selagi pemerintah mencoba untuk menyelesaikan permasalahan terkait bahan baku kedelai dan kacang hijau yang tinggi di pasaran.

“Untuk saat ini saya berharap agar para pengrajin tempe tetap produktif, sementara pemerintah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” tandasnya.(hms/gir)

Berita Terbaru