Senin, Oktober 3, 2022
spot_img

Makan Baso Sepanci Ala Sultan Kuy,,

BerandaNewsMakan Baso Sepanci Ala Sultan Kuy,,

BANDUNG – Sudah pernah makan baso ala sultan, dimana makan dengan porsi besar dan semua varian baso ada dalam satu panci.

Hmmm kalau belum, kuy food lovers coba Baso Sultan yang ada di jalan Lombok no.30 atau di Antapani jalan Terusan Jakarta no.321 Kota Bandung.

Disana anda berasa makan baso seperti sultan, pasalnya semua varian baso ada dari kecil hingga jumbo yang disimpan dalam porsi gede dala sebuah panci atau viralnya disebut mukbang.

Menurut Operasional Manager Eka Sri Mulyani konsep baso Sultan yakni parasmanan.

Dan uniknya berbagai varian baso yang dipilih dimasukkan dalam satu panci lalu bisa dihangatkan sendiri di meja oleh para pembelinya.

Kaya suki sukian, jadi nanti bisa sharing kauh dingetin di meja karena ada kompor portablenya,” ucap Eka ditemuai di rumah makan Baso Sultan jalan Lombok, Rabu (31/3/2021).

Sebenarnya diakui Eka, baso sultan khusus yang berlokasi di Antapani lebih awal hadir dan hampir mau 2 tahun lebih beroperasi.

Begitupu menu sepanci sudah setahun lebih namun mungkin karena berada dipelosok sehingga kurang terekpose.
Tak ayal hadir cabang di jalan Lombok dengan penambahan menu jeroan, tulang sumsum, dan baso besar sehingga kini menjadi viral.

“Dari mulai terkecil ada baso krikil, sedang baso sitake, jamur, moza, keju dan yang besar baso iga, mercon. Untuk baso seafood nya ada kepiting dan lobster. Khusus di weekend ada seafood jumbo 400-500 gram,” ujar Eka.

Nah soal harga, kata Eka untuk baso seafood mulai dari Rp50.000 – Rp180.000. Untuk baso biasa mulai dari Rp3.000 – Rp50.000, sedang untuk tulang sum sum Rp75.000.

“Paket keluarga rata rata di Rp100.000 itu udah komplit semua, tapi kadang minimal order Rp50.000 – Rp75.000 untuk 2 – 5 orang,” jelas Eka.

Masih kata Eka kendati pandemi namun baso Sultan tidak banyak terdampak. Penjualan sejauh ini aman cuma karena keinginan tahun konsumen membuat sulit mengendalikan protokol kesehatan bahkan tak jarang pembeli tidak peduli dengan protokol kesehatan sehingga pihaknya harus selalu mengingatkan.

“Sebisa mungkin mengingatkan, kalau normal kita terima pengunjung itu 150 orang sekarang cuma 70 orang. Namun sehari kami bisa menerima 500-600 orang, disini baru 1,5 bulan jadi pengunjung selalu banyak,” tuturnya.

Kendati jam operasional pun dibatasi namun tak jarang baso Sultan ini selalu mengeluarkan semua stok jualannya.

“Omzet fluktuatif kadang rame kadang enggak, kalau weekend rame bisa nyampe Rp45 jutaan,” tutupnya mengakhiri.(kai)

Berita Terbaru