Senin, September 26, 2022
spot_img

Dinsos Akui Pengemis di Zona Merah Sulit Ditertibkan

BerandaKota BandungDinsos Akui Pengemis di Zona Merah Sulit Ditertibkan

BANDUNG – Kepala Bidang Rehabilitasi di Dinas Sosial Kota Bandung Dadang Aziz Salim mengakui penjangkauan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) dulu disebut Penyandang Masalav yang sulit ditertibkan salah satunya di lokasi Pasirkoja. Pasalnya disana saat akan diangkut petugas selalu melakukan perlawanan.

“Disana itu masuk zona merah karena sangat menganggu pengguna jalan, galak saat meminta minta nya banyak dikeluhkan warga dengan memaksa mengetuk ngetuk pintu. Kami hanya bisa memperingatkan saja karena mereka melakukan perlawanan ada preman nya, susah disana malah petugas juga selalu dilawan,”ucap Dadang usai Bandung menjawab di ruang auditorium Balaikota, Selasa (13/4/2021).

Sementara untuk zona kuning dan hijau kata Dadang pengemis disana terbilang lebih mudah diatasi dan tidak terlalu menganggu ke pengguna jalan.

Pada kesempatan itu Dadang pun menyampaikan bahwa hasil penjangkauan banyak merupakan PPKS baru akibat di PHK.

“Mereka diajak teman, ada juga yang coba coba karena dari yang lain katanya enak diem dijalan terus dapat uang,” tuturnya.

Sayangnya PPKS ini kata Dadang tak bisa semua dibina di rumah singgah seperti sebelum ada covid. Sehingga PPKS sekarang hanya dihalau saja.

“50 persennya warga Kota Bandung lainnya wilayah jabar seperti Purwakarta, Karawang, Bekasi. Kita ada unit sosial respon yang harus menangangi 16 titik. Saat ini fokusnya di pelataran mesjid karena ramadhan ini biasanya mesjid jadi sasaran mereka,” tegasnya.(kai)

Berita Terbaru