Rabu, September 28, 2022
spot_img

Diduga Karena Cek Cok Saat Bermain Futsal, Kiper Tim Meregang Nyawa di Tangan Lawan

BerandaNewsDiduga Karena Cek Cok Saat Bermain Futsal, Kiper Tim Meregang Nyawa di...

JAKARTA – Pengemar olahraga futsal kini sedang berduka, setelah seorang remaja yang juga kiper berinisial MRR (19) ditikam dan tewas dalam perjalanan menuju RS. Mitra Keluarga, Jakarta.

Insiden mengerikan itu diduga terjadi ketika korban dikejar kelompok pelaku di Jalan Bulak Teko, Kalideres Jakarta Barat.

Unit Krimum Subnit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat di bawah pimpinan AKP Dimitri Mahendra dan Ipda Rizky Ali Akbar bersama Polsek Kalideres melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penusukan yang menewaskan MRR, Selasa (20/4) malam.

Peristiwa yang terjadi tepatnya di Jalan Bulak Teko RT01, RW11, Kalideres Jakarta Barat, dipicu karena masalah pertandingan futsal dimana kelompok korban mengalahkan kelompok pelaku.

Kemudian, kelompok pelaku tidak terima harus membayar sewa lapangan futsal secara penuh. Padahal perjanjian itu sudah disepakati kedua belah pihak sebelum bertanding futsal.

Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat, AKP Dimitri Mahendra menjelaskan, pihaknya melakukan olah TKP untuk menjadikan kasus pembunuhan ini jelas.

“Jadi, tim Kriminal Umum Subnit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat bersama dengan Polsek Kalideres melakukan olah TKP dengan memeriksa keterangan sejumlah saksi,” tutur Dimitri.

Disisi lain, Kanit Reskrim Polsek Kalideres, Iptu A. Haris Sanjaya menerangkan, antara korban dan pelaku ini tidak saling mengenal dan ketika itu korban mengendarai sepeda motor dan dikejar oleh pelaku.

“Pada saat kejadian, korban dikejar terus terjatuh dan ditusuk dengan senjata tajam,” kata dia.

Usai melukai korban dibagian punggung, pelaku meninggalkan korban yang tergeletak di jalan. Warga yang melihat pun langsung membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

“Tapi dalam perjalanan, korban sudah meninggal dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubnit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat, Ipda Rizky Ali Akbar menambahkan, uang pembayaran futsal itu sebesar Rp 200.000 ribu dan ada uang taruhan sekitar Rp 300.000 ribu.

“Selain MRR, ada saksi juga yang terluka dibagian tangannya berinisial NW,” kata dia.

Secara terpisah, H.Sarmilih SH, CMCLS selaku kuasa hukum korban dari kantor hukum Marslaw yang juga sebagai pembina ormas Bang Japar Indonesia (BJI) Presda Jakarta Barat mengapresiasi tindakan cepat aparat Polres Metro Jakbar dan kepolisian sektor Kalideres yang menangkap salah satu dari enam orang diduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban MRR meninggal dunia.

Sebelumnya, kata H.Sarmili, ayah korban menceritakan kejadian itu ke anggota Bang Japar Indonesia Preskel Pegadungan, Kalideres, dimana selama ini Bang Japar Indonesia kerap kali melakukan sosialisasi memberikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat yang tidak mampu.

“Kejadian itu dipicu karena hal sepele, yaitu cekcok saat bermain futsal. Saya menilai kekurangan generasi muda kita saat ini adalah moral dan akhlaknya harus dibina dengan baik, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.

Dihadapan awak media, H. Sarmili juga mengimbau kepada generasi milenial saat ini untuk melakukan hal positif, seperti memperbanyak kegiatan mengaji, juga rumah doa seperti di gereja, di sekolah atau di mushala.

“Ya, harapan kita kedepan mudah-mudahan setelah selesai pandemi ini iman, moral dan akhlak pemuda di Indonesia menjadi generasi yang akhlakul karimah,” harapnya.

Informasi yang didapat awak media, korban dikenal gemar bermain futsal pada posisi kiper. Bahkan, korban dikenal sebagai kiper terbaik di timnya.(gir)

Berita Terbaru