Rabu, September 28, 2022
spot_img

Lagi, Kota Bekasi Perpanjang PPKM

BerandaKota BekasiLagi, Kota Bekasi Perpanjang PPKM

KOTA BEKASI – Komite Kebijakan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran nomor: 556/513/SET.Covid-19 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Dalam Upaya Penanganan dan Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Bekasi pada Sektor Jasa Usaha Kepariwisataan, Hiburan dan Perdagangan (Area Publik) di Kota Bekasi, Rabu (21/4).

Surat edaran tersebut berlaku terhitung sejak 20 April 2021 sampai dengan 3 Mei 2021 dan ditujukan untuk para pimpinan pelaku usaha jasa kepariwisataan dan hiburan, pelaku usaha pusat perbalanjaan toko swalayan dan perdagangan, pengelola pasar tradisional, pengelola pasar swasta serta pedagang kaki lima se-Kota Bekasi berisikan tentang:

1. Pasar Tradisional dan Pasar Swasta

a. Membatasi jam operasional pada pasar tradisional milik pemerintah maupun swasta setiap hari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB.
b. Pedagang kaki lima pada Pasar Baru Bekasi, Kranji Baru, Pasar Bantargebang dan Pasar Kranggan dengan pembatasan jam operasional setiap hari pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB. Pertokoan Pondokgede, Pertokoan Kranji, Bekasi Junction dan Pasar Atrium Pondok Gede, jam operasionalnya setiap hari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.
c. Pasar tradisional milik pemerintah maupun swasta diwajibkan melaksanakan ketentuan dengan protokol kesehatan.
d. Pedagang kaki lima yang berada di dalam atau di luar area pasar agar menjaga jarak fisik lapak 1 sampai 1,5 meter dan apabila melanggar akan ditindak tegas melalui penertiban dan pengangkutan oleh Satpol PP, DLH dan Disdamkar Kota Bekasi.
e. Melakukan penataan parkir motor dan mobil pada tempat yang sudah ditentukan dan apabila melanggar akan diberikan sanksi berupa penggembokan atau pengempesan ban.

2. Kegiatan Usaha Perdagangan dan Jasa

a. Terhadap pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pelaku usaha perdagangan lainnya jam operasional dimulai pukul 07.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB dan yang memiliki izin operasional 24 jam (TIDAK BERLAKU) tetapi tetap melakukan jam operasional mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB dengan wajib memperhatikan jumlah pengunjung agar tidak adanya kerumunan.
b. Hal-hal yang perlu dilakukan ditempat usaha guna antisipasi dan pencegahan risiko penularan Corona Virus Disease (COVID-19) Dalam Rangka Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Bekasi antara lain:

1. Mengukur suhu pekerja dan pengunjung dengan Thermal Gun.
2. Menggunakan masker.
3. Menyediakan tempat cuci tangan disertai sabun dan hand sanitizer.
4. Melakukan pengaturan penguniung dalam 1 area sehingga tidak terjadi kerumunan.
5. Memperhatikan Physical Distance Measure dengan menjaga jarak antrian minimal 1 (satu) meter antar orang;
6. Memberikan tanda di lantai untuk memfasilitasi kepatuhan jarak fisik, khususnya didaerah yang paling ramai, seperti kasir dan customer service.
7. Menggunakan pembatas atau partisi (flexy glass) di meja atau counter sebagai perlindungan tambahan untuk pekerja (kasir, customer service dan lain-lain).
8. Memasang media informasi untuk menglngatkan pekerja dan pengunjung agar mengikuti ketentuan pembatasan jarak fisik.
9. Melakukan pembersihan secara rutin dengan menggunakan desinfektan.
10. Selalu menjaga kebersihan lokasi usaha.

3. Tempat Fasilitas Jasa Usaha Kepariwisataan Serta Hiburan

1. Standar Protokol Kesehatan

a. Terhadap kegiatan operasional penyediaan makanan dan minuman, penanggung jawab restoran atau rumah makan atau usaha sejenis diperbolehkan melayani makan di tempat (dine in).
b. Terhadap penyedia kegiatan hiburan dan rekreasi diperbolehkan melakukan operasional dengan syarat telah memenuhi protokol kesehatan.
c. Pelaku usaha klab malam atau musik hidup atau pub, karaoke, panti pijat, spa atau panti mandi uap atau sauna dan refleksi keluarga diperbolehkan melakukan operasional dengan syarat telah memenuhi protokol kesehatan.
d. Jasa perawatan kecantikan atau rambut dan sejenisnya diperbolehkan melakukan operasional dengan syarat telah memenuhi protokol kesehatan.
e. Untuk usaha pariwisata hotel, pemilik gedung pertemuan, jasa penyelenggara event pertemuan, kolam renang, lokasi daya tarik wisata, jasa ekonomi kreatif mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan standar usaha jasa kepariwisataan yang sudah ditetapkan sepanjang belum ada perubahan.
f. Untuk kegiatan fasilitas umum dapat dilaksanakan dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen (lima puluh persen), sesuai Undang-Undang yang berlaku dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.
g. Kegiatan seni, sosial dan budaya yang dapat menimbulkan kerumunan dapat dilaksanakan Maksimal 25 persen (dua puluh lima persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

2. Waktu Operasional
a. Rumah makan atau restoran atau usaha sejenisnya untuk dine in atau makan di tempat diperbolehkan sampai dengan pukul 23.00 WIB dan dapat beroperasi kembali pada pukul 02.00 WlB sampai dengan pukul 04.30 WIB untuk melayani kebutuhan sahur dalam bulan suci ramadhan 1442 Hijriah (berlaku untuk rumah makan, restoran yang beroperasi di luar mall).
b. Makan atau minum di tempat paling banyak 50 persen (lima putuh persen) kapasitas pengunjung.
c. Untuk take away atau drive thru dapat melayani sampai pukul 24.00 WlB (berlaku untuk rumah maakan atau restoran atau usaha diluar mall).
d. Bioskop beroperasi mulai pukul 12.00 WlB sampai dengan penayangan film terakhir pukul 21.00 WIB.
e. Arena perrmainan anak atau gelanggang permainan mekanik mulai pukul 12.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WlB.
f. Untuk usaha kepariwisataan yang meliputi: klub malam, cafe, panti pijat, karaoke, musik hidup, pub, billyard, panti mandi uap atau sauna atau spa ditutup sementara waktu dalam bulan suci tamadhan 1442 Hijriah.
g. Untuk penyelenggara acara wedding di hotel, mice atau gedung pertemuan, pihak catering dan sejenisnya, diperbolehkan menyenggelarakan acara dengan ketentuan:

1. Jam Operasional mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 21.00. WIB.
2. Pola penyajian makanan disajikan oleh pramusaji atau petugas dari pihak catering penyelenggara acara di meja masing-masing dengan pengawasan yang ketat oleh petugas serta tetap melaksanakan protokol kesehatan dan tetap menjaga agar tidak terjadi kerumunan dan menerapkan physical distancing.
3. Kegiatan live music atau organ tunggal tidak diperbolehkan, sementara waktu dalam bulan suci ramadhan 1442 Hijriah, dan
4. Tetap melaksanakan protokol kesehatan, menjaga agar tidak terjadi kerumunan serta menerapkan physical distancing, dengan kapasitas pengunjung atau tamu 50 persen (lima puluh persen) dari total kapasitas ruangan.

e. Untuk gelanggang olahraga atau PPusat kebugaran diperbolehkan menyelenggarakan acara mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WlB. Khusus untuk kolam renang diperbolehkan menyelenggarakan acara pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.(ad/gir)

Berita Terbaru