Sabtu, Oktober 1, 2022
spot_img

Wagub Jabar Tegaskan Jangan Jadikan Covid-19 Sebagai Alasan Tidak Bergerak

BerandaJawa BaratWagub Jabar Tegaskan Jangan Jadikan Covid-19 Sebagai Alasan Tidak Bergerak

JAWA BARAT – Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA menerapkan sistem perdagangan bebas atau free trade antara negara-negara anggota ASEAN, hal tersebut menjadi sebuah tantangan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk terus bertahan dalam persaingan pasar bebas.

Mudahnya penyebaran informasi dan semakin bebasnya kompetisi telah meningkatkan kesadaran konsumen akan banyaknya pilihan produk barang dan jasa yang dapat dipilih. Apabila UKM tidak membenahi strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan, maka UKM akan terancam bangkrut. Untuk itu UKM perlu melihat berbagai potensi alternatif media untuk dimanfaatkan menjadi media pemasaran.

Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan adalah media sosial, peran media sosial saat ini membuat manusia sudah tidak lagi mempermasalahkan batas jarak, ruang dan waktu dan memberikan banyak manfaat bagi UKM untuk meningkatkan pemasaran produknya.

Media sosial sendiri memiliki potensi menghubungkan banyak orang dengan mudah dan gratis dan kini telah menjadi trend dalam komunikasi pemasaran.

Hasil pendataan UMKM Crisis Centre Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa ribuan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jawa Barat (Jabar) terdampak Pandemi Covid-19.

Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki menilai pandemi Covid-19 berdampak langsung bagi UMKM mulai dari penjualan kemampuan pembayaran pinjaman usaha dan distribusi produk. Tahun 2021, meskipun ekonomi belum normal tapi UMKM mulai menggeliat. Terbukti, dari sisi penjualan produk dan kredit KUR ke perbankan sudah meningkat.

Meski demikian, pemerintah masih melihat antara kuartal I dan II UMKM masih perlu dibantu karena itu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Alhamdulillah UMKM, sudah mulai menggeliat. PEN sudah dilakukan seperti retrurisasi pinjaman, kredit, penyedeian modal kerja yang murah termasuk Bantuan Presiden (Banpres) produktif untuk usaha mikro yang bankable. Ini akan terus dilakukan dalam pemulihan ekonomi tanah air,” jelas Teten.

Teten menilai berbagai produk Jawa Barat termasuk unggul dan memiliki daya saing sehingga bisa didorong dengan menggunakan platform digital global.

“Bulan April, satu bulan penuh setiap hari kita promosikan dan ajak seluruh Indonesia untuk membeli berbagai produk UMKM dari Jawa Barat,” ungkapnya.

Beberapa hari lalu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar Kusmana Hartadji mengatakan, pihaknya telah mengusulkan 4,2 juta UMKM yang ada di wilayah Jabar Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau biasa disebut BLT UMKM.

Sejalan seiring dengan Teten, tidak hanya mengandalkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau biasa disebut BLT UMKM, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengusahakan berbagai cara untuk kembali membangkitkan UMKM di Jawa Barat, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial instagramnya sebagai tempat promosi UMKM Gratis bagi pelaku UMKM di Jawa Barat.

UMKM menurut Uu adalah sebuah gerakan ekonomi yang diproritaskan, karena UMKM ini sangat kuat dalam menopang perekonomian Jawa Barat. Berkaca dari krisis ekonomi tahun 98 UMKM dinilainya tangguh tidak tergoyahkan.

“Terbukti pada tahun 98 kemarin, disaat ekonomi kita dilanda multidimensi, tetapi yang tanggung hanya UMKM,” ujar Uu, Selasa (20/4).

“Maka UMKM saya promosikan tiap hari selasa di instagram, tiada lain adalah mudah-mudahan memberikan inspirasi dan informasi kepada masyarakat agar tertarik bergerak di bidang UMKM,” tambah Uu.

Akun Instagram @ruzhanul hari ini memposting sebuah ajakan kepada masyarakat Jawa Barat untuk memanfaatkan akun media sosialnya untuk mempromosikan produk mereka. di postingan tersebut Uu mengatakan akan memilih 10-15 UMKM untuk di promosikan secara gratis setiap hari selasa sebagai bentuk dukungan dan upaya terkecil yang bisa dilakukannya untuk membangkitkan UMKM Jawa Barat.

Pemprov Jabar dalam pandemi ini, ada beberapa benteng yang sudah dilaksanakan, yang pertama adalah benteng kesehatan, sudah dilaksanakan. Yang kedua, benteng bansos sudah dilaksanakan. Dan sekarang bentengnya adalah pemulihan ekonomi, maka Pak Gubernur meminta kepada seluruh masyarakat untuk bergerak dalam bidang ekonomi jangan dijadikan Covid-19 sebagai alasan untuk tidak bergerak, maka 300 miliar digelontorkan untuk membantu UKM yang ada di Jabar.

Kemudian juga bantuan yang diberikan kepada desa dan Provinsi ini sebagian dipakai untuk padat karya, karena kalau dengan padat karya, pekerjaan bisa selesai, masyarakat bisa dapat uang, kemudian juga mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha UMKM yang baru, dengan adanya satu OPOP, SADESA, kemudian langkah langkah lain yang jelas ekonomi di daerah supaya bergerak termasuk desa wisata.

“Desa wisata ini adalah salah satu inisiatif kami untuk meratanya ekonomi di Jabar, karena kan namanya juga di desa, kalau desa wisata ini berjalan nanti ada efek dominonya wisatawan datang ke desa, kalau wisatawan datang ke desa belanja di desa, beli makanan di desa bahkan tidur di desa, interaksi di desa insyaallah akan meningkatkan ekonomi,” tutup Uu.(gir)

Berita Terbaru