Senin, Oktober 3, 2022
spot_img

Kentongan 4 Kali Bunyi, ASN Balkot Bubar

BerandaKota BandungKentongan 4 Kali Bunyi, ASN Balkot Bubar

BANDUNG – Kentongan bambu di balaikota dibunyikan sebanyak 4 kali oleh Wali Kota Bandung Oded M Daniel, ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang tengah berada diruang kerjanya langsung membubarkan diri.

Namun jangan dulu buruk sangka, kentungan bencana itu bunyi bukan karena ada bencana tetapi karena hari ini tepat peringatan kesiapsiagaan bencana.

Menurut Oded kegiatan ini sebagai pengingat kepada masyarakat bahwa kota Bandung harus siap kapanpun jika terjadi bencana.

Dan pemkot sendiri sudah siap, bahkan akan memasifkan kentongan bambu keseluruhan lapisan masyarakat di kota Bandung.

“Kami membunyikan kentongan ini sebagai tanda bahwa kita siap menghadapi bencana,” jelas Oded.

Memperingati hari kesiapsiagaan bencana ini kata Oded secara nasional kota Bandung pun diminta menyosialisasikan ke masyarakat dengan tanda kentongan.

“Memotivasi masyarakat ketua RT dan RW, di kelurahan bahwa kita tidak bisa lepas dari bencana agar sadar maka diantaranya dengan kentongan tadi, sirine ada, panci boleh,” ucapnya.

Menurut Oded bencana sering terjadi di kota Bandung yakni longsor, dan wilayah Bandung raya pun harus mewaspadai patahan Lembang atau sesar Lembang.

“Himbauan kita sebagai manusia yang selalu bermasyarakat kita harus berhati hari siap siaga menghadapi bencana karena bencana itu tidak direncanakan,” tegasnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Kebakaran Kota Bandung Dadang Iriadi bahwa hari ini momentum luar biasa untuk warga kota Bandung bahwa kota Bandung harus bisa mengantisipasi jadi serentak di seluruh kecamatan dan kelurahan.

Kentongan sendiri berguna supaya masyarakat sadar terhadap ancaman bencana. Memberikan motivasi kepada masyarakat terhadap bencana longsor puting beliung dan bencana lainnya.

“Komitmen beliau di dalam pelaksanaan, pelatihan dengan anggaran insyallah setiap keluarahan idealnya pelatihan dan simulasi ini dengan secara gratis,” jelas Dadang.

Dadang sendiri menyampaikan bunyi 4 kali kentongan itu pertanda terjadi bencana kalau 6 kali itu ada laporan tiap kewilayah melaporkan kepada situasi aman.

“Kalau kentungan tidak beraturan itu dianggap bahaya. Kita BPPD belum ada tetapi kebijakan pimpinan kami melaksanakan tugas kebencanaan. Jumlah personil kita melibatkan 416 bekerja 24 jam,” paparnya.(kai)

Berita Terbaru