Senin, Oktober 3, 2022
spot_img

Warga Penyitas Covid-19 Diharapkan Mendonorkan Plasma Konvalesen

BerandaKota BandungWarga Penyitas Covid-19 Diharapkan Mendonorkan Plasma Konvalesen

BANDUNG – Disinyalir bisa membantu penyembuhan bagi penyitas atau pasien covid-19 yang tengah dirawat, Dinas Kesehatan dan PMI menggajak warga kota Bandung yang sudah sembuh dari covid-19 agar mendonorkan plasma konvalesennya.

Kepala Unit transfusi darah PMI kota Bandung Uke Muktimanah menyampaikan kebutuhan perhari plasma tersebut meningkat seiring jumlah permintaan pasien covid-19.

“Setiap pasien itu minimal butuh 10 ya jadi sekarang antrian 84 an kalau 10 x 1 orang 10 berati 20 rata rata bisa lebih tetapi yang utama kita penuhi dengan cara memanggil pendonor yang sudah mendonor,” jelas Uke pada Bandung menjawab, Selasa (27/4/2021).

Uke pun menyadari permintaan donor itu memang sulit. Pasalnya orang sudah terpapar covid khawatir dirinya sendiri, tapi kalau tahu manfaatnya banyak maka ia akan mendonorkannya.

“Dengan mendonor bisa menolong dan secara otomatis tubuhnya sehat karena darahnya diambil terus terangsang membentuk sel sel baru, harapan kami semakin banyak pasien sembuh mau mendonor, ” jelasnya.

Masih ditempat yang sama Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung Yorisa Sativa mengatakan kebutuhan konvalesen di kota Bandung masih tinggi karena jumlah orang yang sakit covid dirawat di rumah sakit masih ada.

Sehingga tak heran jika ke 28 rumah sakit itu membutuhkan pendonor untuk mendonor plasma konvalesennya sebagai terapi bagi penyandang covid yang sedang dirawat.

Karena sesuai keadaan di RS dan tim medis para dokter sudah paham tentang penanganan covid dengan terapi konvalesen sehingga permintaannya meningkat.

“Antisipasi PMI menyiapkan donor tersebut dan untuk menyiapkan tersebut PMI dan Dinkes selain kebijakan adalah mendorong masyarakat agar bisa memberikan donornya bagi penyitas,” jelasnya.

Disinggung keefektifan donor plasma konvalesen tersebut kata Yoris, karena covid ini masih baru semua penelitian terus berjalan.

“Berbicara ada data dan fakta konvalesen diberikan pada yang bergejala bisa memberikan dua hasil yang pertama menurunkan secara klinis jadi kalau ada orang ganguan nafas berat bisa menurun dengan pemberian itu, secara angka laboratorium itu memberikan angka yang baik, sehingga media paham dan butuh plasma itu,” tegasnya.

Masih kata Yoris, progres vaksinasi sendiri kini terus berjalan. Untuk tenaga kesehatan sudah terlewat diangka 100%.

“Mungkin ada satu dua namun terlewat nya apa karena covid atau apa. Lansia dosis pertama bagus dosis kedua masih berjalan, sekarang peningkatan untuk guru dosis satu 90% harapan Minggu ini selesai 35 ribu berati 30 ribu selesai dosis pertama,” jelasnya.

“Lansia tetap didorong oleh kita kerena kekhawatiran lebih tinggi dari bukan lansia. Kekhawatiran bukan dari lansia tapi dari anak atau sekitarnya agar jangan divaksin. Kita harap 300 ribu lansia bisa tergarap, stok belum up date, kondisi aman. Inovasinya masih dari pusat, dua lansia didampingi satu non lansia. Diharapkan pendampingnya ini pelayan publik yang membantu misal PKK, sekarang sudah 40% dosis pertama untuk dosis dua masih dibawah itu,” tegasnya.(kai)

Berita Terbaru