Rabu, September 28, 2022
spot_img

Oded Himbau Warga Jangan Mudik

BerandaKota BandungOded Himbau Warga Jangan Mudik

BANDUNG – Wali Kota Bandung Oded M Daniel menghimbau agar warga kota Bandung tidak mudik, cukup merayakan idul fitri dirumah saja.

“Pokoknya himbauan mang Oded kepada warga Bandung, taati aturan dari pusat, provinsi dan daerah, karena ini semua sebagai sikap sayang pemerintah kepada masyarakat agar tidak trjadi lonjakan kasus selama kegiatan idul fitri, dariem dirumah lah,” imbuh Oded usai menerima kunjungan dari Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar Harry Antasari, di Pendopo, Rabu (38/4/2021).

Herry menerangkan bahwa pada aturan saat ini pemerintah pusat melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik ataupun wisata.

“Pada tanggal 6-17 Mei penetapan larangan mudik di butir f-3 bahwa mudik dan wisata tidak boleh namun perjalanan diperbolehkan. Nah yang masuk Bandung raya atau aglomerasi itu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan kota Cimahi,” jelas Herry.

Namun untuk perjalan yang dikecualikan atau diperbolehkan yakni memiliki dokumen surat tugas dinas dan ada urusan urgent seperti kematian, persalinan atau pemeriksaan kehamilan.

“AKAP AKDP pun selama pelarangan mudik tidak diperbolehkan. Penyekatan Batas daerah aglomerasi itu dari KBB, Cikole Tangkuban Parahu, Ranjamandala ke arah Cianjur, Cijapati Kamojang Garut, Nagrek, Sumedang, akan ada operasi gabungan nanti,” paparnya.

Provinsi Jabar sendiri bakal ada 151 titik penyelatan terdiri dari cek poin baik 15 titik oleh provinsi dan sisanya oleh polisi, sedang untuk Bandung raya ada 30, untuk kota Bandung sendiri ada 8.

Herry pun menegaskan bahwa pihaknya dan kepolisian sudah memiliki tips tips menghalau kendaran yang ingin mudik atau wisata.

“Dari plat nomor, modus modus polisi sudah faham. Polisi tidak membuka ruang diskusi dan berdebat, sanksi minimal ya memastikan kendaraan puter balik. Untuk komuter tidak boleh, namun karena ada yang di daerah aglomerasi sehingga masih dikaji oleh PT KAI. Untuk lebih teknis akan ada pertemuan atau koordinasi pemerintah daerah di Jabar,” tegasnya.(kai)

Berita Terbaru