Kamis, September 29, 2022
spot_img

Imbas Perlarangan Mudik, Organda Minta Kir dan BBN Gratis

BerandaKota BandungImbas Perlarangan Mudik, Organda Minta Kir dan BBN Gratis

BANDUNG – Imbas pelarangan mudik pada tanggal 6-17 Mei 2021, sebanyak 5000 angkutan umum di Kota Bandung terpaksa dikandangkan.

Diakui Ketua Organda DPC Kota Bandung Neneng Djuraidah bahwa pihaknya pada tanggak tersebut tidak bisa melayani masyarakat terlebih terminal terminal pun sudah ditutup semua.

“Anggota ibu berijin semua mengacu peraturan pemerintah, kita menunjang saja bahwa ti.dengan ada pendemi covid dilarang mudik, nah gimana kendaraan plat hitam mau seperti apa, kendaraan plat hitam dipakai angkutan umum itu seperti apa itu mau ditanyakan ke Kasatlantas maupun pemerintah,” ucap Neneng di Bandung menjawab, Kamis (29/4/2021).

“Kita kondusif saja karena dengan covid ini sehat semua, kita menunjang sesuai aturan ditetapkan pemerintah, jangan sampai ada penangkapan penangkapan angkutan yang berijin,” tambahnya.

Karena jelas terimbas dan mengalami kerugian, maka Neneng berharap pajak biaya balik nama (BBN) dan uji kir agar digratiskan saja.

“Ia memang betul sekali, kami pengajuan kemana. Kata pak sekda belum ada persiapannya. Kami sangat dirugikan dari pada kegiatan tidak boleh mudik, supir kehilangan pendapatan apalagi pengusaha harus bayar pajak, uji kir. Harapan kita minta gratis uji kir, pajak, BBN minta diperhatikan,” harapnya.

Harapan itu sendiri diakui Neneng memang belum disampaikan dan pihaknya terlebih dulu akan berkoordinasi dengan organda Jabar untuk menyampaikan keinginannya tadi.

Ditambahkan Kepala Bidang Angkutan AKDP Isye Iswanti mengatakan karena wilayah Jabar tidak bisa dilintasi dan terminal pun tidak melayani AKDP dan AKAP, maka pihaknya hanya menuruti saja

“Tapi sebetulnya darj Kemenhub ada kebijakan angkutan melewati Provinsi akan diberi stiker khusus diperbolehkan namun tergantung PO masing masing seberapa banyak penumpang yang naik, jadi mereka akan mengukur atau cukup tidak untuk biaya operasional,” jelas Isye.

Isye pun mengakui dari 50 PO bus sudah ada ribuan penumpang yang membatalkan dan meminta pengembalian tiketnya.

“Melalui aplikasi banyak minta refund, ini sejak pengetatan tanggal 22-24 Mei jadi orang ragu. Banyak bertanya dan khawartir, pokoknya hampir 100% dikembalikan ada juga yang dipindahkan tanggalnya karenang memang kamu beri waktu agak panjang 1 bulan. Sekitar 5-10% yang tidak diambil, mungkin masih berharap siapa tahu bisa pulang, ada ribuan ya karena bis di Jabar ini banyak banget pelayanan AKDP dan AKAP nya,” tutupnya. (kai)

Berita Terbaru