Senin, September 26, 2022
spot_img

Oded Minta Baznas Kembangkan Kepercayaan

BerandaKota BandungOded Minta Baznas Kembangkan Kepercayaan

BANDUNG – Wali Kota Bandung Oded M Daniel mengatakan semakin percaya pada lembaga penyalur zakat, infaq, dan shodaqoh yaknj badan amil zakat nasional (Baznas), maka akan semakin mudah mendapatkan target pendapatan yang merupakan titipan dari masyarakat. 

Menurut Oded, mudah mudahan apabila zakat, shodaqoh semakin mendapat kepercayaan besar maka pendapatan yang dikelola juga semakin besar, semakin luas sehingga bisa membantu beban masyarakat kurang mampu.

“Pogram ini selamanya. Tetapi nanti mereka (Baznas) harus berkolaborasi dengan dinas terkait khususnya dinsos yang punya data mustahik,” jelas Oded usai melaunching gerakan cinta zakat, infaq, dan shodaqoh di Pendopo, Kamis (29/4/2021).

Oded mengaku enggan mewajibkan aparatur sipil negera (ASN) agar membayar zakat mal (zakat hanya kekayaannya) di Baznas. Namun ia menghimbau agar ASN berzakat pada lembaga penyalur terpercaya sepertimbangan Baznas.

“Ya begini, saya hanya bisa menghimbau tidak dalam posisi saya mewajibkan, karena sesungguhnya kalaupun dihimbau korelasinya zakat ini urusan kepercayaan kalau profesional dan akuntabel tidak akan tertahan dan bukan hanya ASN tapi umat di kota Bandung percaya gak tertahan, jadi kalau mewajibkan kurang pas. Mereka tahu kok, malah hasil survei itu 56%, milenial pun ngerti walaupun sudah mengerti tapi kalau mereka belum mendapatkan penyaluran yang dipercayai ya mereka tidak mau bayar,” tegas Oded.

Kalau Baznas hanya mengandalkan ASN saja, disampaikan Oded sulit mencapai target terlebih di masa pandemi ini tunjangan penghasilan pegawai (TPP) ASN Kota Bandung dipotong 32% karena kebutuhan efisiensi akibat terdampak pendemi covid.

Sehingga diharapkan Baznas mengembangkan kepercayaan umat diluar ASN.

Sementara itu Ketua Baznas Kota Bandung Akhmad Roziqqin menyampaikan bahwa raihan zakat dikembangkan pada program Bandung sehat, Bandung cerdas, dan Bandung makmur. Untuk setiap program itu selalu ada monitoring dan pendampingan.

“Program Bandung makmur itu semisal dipergunakan usaha di monitor. Tadi ada yang menyampaikan berkat bantuan Baznas usahanya maju, dari mustahik menjadi muzaki dan bahkan kedepan program ini menjadi konsen kita namun karena sumber daya manusia kita terbatas akan menggunakan lembaga mitra untuk pendampingan agar lebih profesional,” ucapnya.

Roliqin mengakui bahwa untuk mengembangkan pendapat modal pertama adalah kepercayaan jadi Baznas Kota Bandung harus membangun trust (kepercayaan) terhadap publik atau masyarakat agar kredibel.

“Kalau sudah begitu, kita percaya kan ya kemudian memberikan zakat kepada baznas untuk kita kelola. Kemudian yang kedua kita akan melakukan digitalisasi pelayanan zakat jadi nanti membayar zakat tidak harus manual kita sudah punya qris dari beberapa bank mitra nanti tinggal klik saja, sudah sebagaian pakai digital tapi kita perlu sosialisasi, sementara masuk ramadhan,” jelasnya. 

Target tahun ini kata Roziqqin sebesar Rp29,8 miliar, sampai hari ini baru terhimpun sebesar Rp6,2 atau 21,1%.

“Kita punya kewajiban mengejar target itu semoga lebih, karena pandemi dan bulan syawal jadi kebutuhannya banyak belanja daripada bayar zakat. Zakat fitrah dilangsungkan tapi zakat mal kan kemungkinan, ya kita maklumi nanti bulan mei kita maksimal edukasi. Baznas kelola zakat karena yang lain belum dimulai kecbali perorangan dan sebagian membayar di lembaga amal zakat (LAZ) milik masyarakat,” tutupnya.(kai)

Berita Terbaru