Kamis, September 29, 2022
spot_img

Pantau Prokes, Pemkot Bekasi Pantau Pusat Perbelanjaan

BerandaKota BekasiPantau Prokes, Pemkot Bekasi Pantau Pusat Perbelanjaan

KOTA BEKASI – Jelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi lakukan monitoring evaluasi (Monev) pada pusat-pusat perbelanjaan. Hal tersebut dilakukan guna memantau penerapan protokol kesehatan, Selasa (4/5).

Hal tersebut dilakukan berdasarkan Surat Edaran Nomor: 556/570/SET.COVID-19 tentang PPKM berbasis mikro dalam upaya penanganan dan pengendalian penyebaran corona di Kota Bekasi pada sektor jasa usaha, kepariwisataan, hiburan dan perdagangan (area publik) di Kota Bekasi.

Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri, Nanang Qosim mengatakan, Monev dilakukan untuk melihat sejauh mana pusat-pusat perbelanjaan mematuhi protokol kesehatan yang ada.

“Rutin seperti tahun lalu, kami melakukan Monev ke lapangan. Melihat penerapan prokesnya apakah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan dapat dipastikan dijalankan dengan patuh serta bertanggungjawab,” tegas Nanang.

Jelang hari Raya Idul Fitri, tambah Nanang, pusat-pusat perbelanjaan menjadi sasaran utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan hal ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Bekasi.

“Menjadi perhatian khusus bagi Pemkot Bekasi, pusat-pusat perbelanjaan menjadi sasaran yang paling dikunjungi masyarakat. Jangan sampai ini malah menjadi pusat penyebaran Covid-19, dengan melakukan Monev kita dapat memantau dan memastikan betul prokesnya dilaksanakan,” jelas Nanang.

Tak lupa Nanang mengimbau agar pusat-pusat perbelanjaan dapat mematuhi peraturan pemerintah dengan menerapkan prokes yang ketat.

“Diterapkan dengan sungguh-sungguh demi keselamatan dan kesehatan kita bersama, jangan sampai ini menjadi klaster baru,” tegasnya.

Sementara itu, Center Director Summarecon Mall Bekasi (SMB), Ugi Cahyono mengatakan, dalam hal ini SMB sangat mendukung dan mematuhi peraturan pemerintah, dengan membuat mekanisme prokes bagi pengunjung.

“Kami tentunya sangat mematuhi peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah, kami telah membuat mekanisme protokol kesehatan yang tentunya dapat melindungi pengunjung maupun karyawan. Terkait pembatasan pengunjung, kami sudah memiliki sistem sehingga semua terdata dan kapasitas pengunjung sudah dipastikan dapat kita pantau,” tutup Ugi.(ad/gir)

Berita Terbaru