Kamis, September 29, 2022
spot_img

Kota Bekasi Gelar Operasi Ketupat Jaya Dan Libatkan Dai Kamtibmas Cegah Warga Mudik

BerandaKota BekasiKota Bekasi Gelar Operasi Ketupat Jaya Dan Libatkan Dai Kamtibmas Cegah Warga...

KOTA BEKASI – Jelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Polres Metro Bekasi Kota bersama dengan Tiga Pilar menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Jaya 2021 di Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi, Rabu (5/5).

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Aloysius Suprijadi dan Dandim 0507/Bks, Kolonel Arm. Iwan Aprianto, turut hadir dalam apel tersebut. 350 personil gabungan Tiga Pilar Kota Bekasi akan mengamankan Operasi Ketupat Jaya 2021.

Wali Kota Bekasi saat diwawancara oleh awak media menuturkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2021 dilakukan dengan mengedepankan prinsip humanis. Hal tersebut dilakukan mengingat pandemi Covid-19, khususnya di Kota Bekasi masih berlangsung.

“Tadi sudah jelas bahwa gelar Operasi Ketupat 2021 ini dilakukan pada intinya adalah dengan humanis walaupun ada beberapa penekanan jika masih ada hal-hal yang masih dianggap dilanggar dan intinya kegiatan ini adalah bagaimana untuk pencegahan Covidnya,” kata Wali Kota Bekasi.

Pria yang akrab disapa Pepen tersebut menambahkan bahwa peran serta dan kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi lonjakan Covid-19 akibat dari tradisi mudik sangat dibutuhkan, dengan mengikuti anjuran yang diberikan pemerintah.

“Tapi yang paling penting adalah partisipasi masyarakat dan kita imbau masyarakatnya untuk patuh melaksanakan apa yang dianjurkan oleh pemerintah, karena kalau kita lihat trennya sekarang di medsos, Jawa barat dengan Jawa Tengah sudah mulai masuk ke zona merah,” kata Pepen.

Pada arus mudik tahun 2021, tidak ada penambahan jumlah titik pantau, namun, pada pos pantau atau penyekatan dilakukan dengan lebih intensif oleh para petugas.

“Yang kita pakai 7 titik dulu, itu yang sudah diperhitungkan dan dianalisis kita semua, kalau memang ada penambahan nanti seiringnya waktu akan diproses,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Aloysius Suprijadi menuturkan, bahwa petugas akan melakukan tindakan tegas terhadap pemudik yang masih nekat melakukan perjalanan mudik.

“Kemudian ada juga cek poin, ada dua titik, di Harapan Indah dan Sumber Arta, cek poin ini sifatnya pengecekan apakah prokesnya berjalan atau tidak kemudian ada putaran balik apabila dia akan melakukan mudik, maka akan kita putar balik,” kata Kapolres.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut akan dilaksanakan selama 24 jam secara terus menerus, kemudian jalur utama seperti Kalimalang yang berbatasan dengan Jakarta Timur kemudian yang arah Cikampek akan kita perketat lagi.

“Kemudian Jalur tikus juga akan tetap dilakukan pengawasan secara ketat selama 24 jam oleh masing-masing Polsek,” kata Kapolres.

Selain itu, kata dia, agomerasi masih diperbolehkan, namun dengan pengecekan secara ketat, apabila kedapatan ada indikasi mudik atau trafel maka akan diambil tindakan tegas bahkan saksi pidana menanti bagi travel gelap.

Polres Metro Bekasi Kota juga melibatkan Dai Kamtibmas untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik.

“Kalau sudah ulama yang bicara mudah-mudahan dapat didengar oleh umat,” pungkasnya.(ad/gir)

Berita Terbaru