Kamis, September 29, 2022
spot_img

Tak Bawa Dokumen Perjalanan Dan Kesehatan, Akan Diputar Balik

BerandaKota BandungTak Bawa Dokumen Perjalanan Dan Kesehatan, Akan Diputar Balik

BANDUNG – Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna mengecek kesiapan cek poin di lima lokasi yakni gerbang tol Buah Batu, M Toha, Kopo, Pasirkoja, Cibeureum, dan Pasteur.

“Belum semua ideal masih ada proses penyesuaian, efektivitas disaat nanti kita melakukan kendali dalam kontek larangan mudik ini, jadi maknanya ini adalah bagaimana kita mengurangi mobilitas masyarakat karena pada hakekatnya larangan mudik ini kita sebetulnya tidak kemana mana, kecuali hal urgent, ke pemakaman boleh tapi pemakaman dalam lingkup ada disini kalau pemakaman luar kota tidak boleh,” jelas Ema usai monitoring di GT Pasteur, Rabu (5/5/2021).

Secara umum kata Ema, standarnya sebetulnya sudah tergambar bagaimana untuk pola putar balik bila ada masyarakat pengguna jalan yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan didalam larangan mudik, semisal dokumen perjalan tidak terpenuhi atau dokumen kesehatannya tidak terpenuhi.

“Itu sudah disipakan jalur putar balik arah balik kanan, semua sudah seperti itu dan kami tadi meyakinkan bahwa petugas kita sudah menyatakan siap dari jajaran kepolisian sebagai reader nya nanti dilapangan mereka juga sudah siap dan kita sebagai suporting ya dari dishub diatur dari Satpol pp juga sudah menyiapkan para petugas termasuk unsur kewilayahan yang akan melibatkan para linmas yang ada di wilayah kerja masing-masing,” paparnya seraya mengatakan jumlah sementara masih tetap sama alam satu hari ada 44 petugas disetiap cek poin dengan pengaturan tiga shift.

“Kalau mereka tidak memenuhi ketentuan didalam larangan mudik yang masuk ke wilayah katakanlah kita ini aglomerasi Bandung Raya. kadalau ada orang Purwakarta, misalkan mereka kan diluar aglomerasi kalau kesini mereka tidak clear bukan karena kepentingan urusan yang urgent itu pasti blik kanan,” tegasnya.

Untuk wilayah aglomerasi Bandung raya sendiri menurut Ema diperbolahkan
melakukan mobilitas misal orang Cimahi ke Bandung atau orang Bandung ke Cimahi boleh tapi dengan catatan dokumen perjalanan dan kesehatannya terpenuhi.

“Dokumen kesehatan itu yang saya fahami mereka ada keterangan bahwa misal rapid antigen bahwa mereka tidak covid-19, mereka itu sehat itu yang saya fahami waktu itu saat kita melakukan rapat koordinasi. Harus seperti itu, orang Bandung keluar Bandung pun harus seperti itu ya,” terangnya.

Disinggung Kabupaten Bandung Barat kembali menjadi zona merah, menurut Ema dipastikan berpengaruh, bahkan itu artinya kota Bandung harus meningkatkan kewaspadaan.

Ema berharap warga Bandung mengurangi mobilitas, begitupun warga KBB. Karena inti sebetulnya larangan mudik itu, semua harus ada di lingkungannya saja dan lebih aman ada di rumah kecuali urgent.

“Misalnya saya diam dirumah kemudian ada keluarga dikuburan dipemakaman di Bandung ya boleh kita melakukan apa istilahnya ziarah kubur ya boleh tapi dengan catatan prokes disana harus maksimal, kita tetap bermasker jaga jarak dan sudah kita mintakan ke unsur kewilayahan sesuai perintah pak wali kota bahwa disana di kecamatan harus ploting orang ya mengingatkan bahwa ditempat kuburan itu ditempat pemakaman itu harus benar benar menjaga prokes ya, jadi yang saya fahami tidak dalam konteks larangan ke tempat kuburan masih diperbolehkan tetapi dengan prokes ketat,” ungkapnya.

Masih kata Ema, prinsipnya semua dikendalikan. Ema pun mendoakan para petugas di cek poin agar selalu sehat, vit dan mampu menghandle.

“Tapi hal yang paling efektif menurut saya bangun kesadaran kepada masyarakat, kalau tidak ada hal yang penting sama sekali lebih baik kita diam ya, mobilitas dikurangi. Saya wanti wanti Bandung ini yang aktif angkanya bergerak naik, hati hati kita sudah diangka 840 sekian padahal kemarin kita diangka 663 ada kenaikan 200 sekian kasus, nah ini artinya kita lebih baik ya cari aman masing masing ya dengan cara apa banyak diam lah tidak terlalu banyak mobilitas itu saja,” tutupnya.(kai)

Berita Terbaru