Senin, September 26, 2022
spot_img

Pasar Tradisional di Bandung Diklaim Tak Terjadi Penumpukan

BerandaKota BandungPasar Tradisional di Bandung Diklaim Tak Terjadi Penumpukan

BANDUNG – Terkait kerumunan di Pasar Baru, Direktur Perumda Pasar Juara Kota Bandung Hery Hermawan mengatakan bahwa sebenarnya kerumunan terjadi di pintu masuk saja.

Menurut Hery pemberlakuan kapasitas 50% itu efektif di pusat perbelanjaan modern sedang tradisional tidak. Karena jarang terjadi penumpukan.

“Pasar itu sulit diatur dibatasi, 50 persen itu berlaku di mal, tapi kami tetap menghimbau, kami juga terus berkeliling supaya tidak terjadi kerumunan, soal kapasitas pasar hampir dibilang tidak pernah terjadi pembeli full. Contoh kemarin di pasarbaru penumpukan terjadi di pintu masuk, sebenarnya hanya di lantai 1 dan 2 saja,” jelas Hery di Bandung Menjawab taman Sejarah, Kamis (6/5/2021).

Satu lantai di pasar baru kata dia, bisa menampung sekitar 2000 orang kapasitasnya. Bahkan kalau dihitung ada 8 lantai berarti 16-20 ribu.

“Jadi sebenarnya sangat leluasa, kalau dicek lagi hanya sekelas mal saja. Yang mungkin harus kita atur di depan ada petugas, pasar tradisional bisa dicek tidak terjadi penumpukan, tapi kita tetap jaga, menurut kami ya bisa kelihatan kapan pengunjung paling tinggi biasanya pagi pagi tapi gak 100 persen, prediksi ada peningkatan sampai hari lebaran,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Hery pun menyampaikan bahwa ada operasi gula. Itu karena harga gula sempat beberapa waktu mahal.

“Follow up dari kedatangan pak menteri ke beberapa pasar tradisional kota Bandung, pada waktu itu harganya ada yang 12-13 ribu, beliau ini menyampaikan kok tinggi oleh karena itu beliau memerintahkan perusahaan distributor gula di jogya diperintahkan untuk memasok gula putih sekitar 15 ton. Harga 10 ribu/kg, ini kemarin ada di pasar Sederhana, Kiaracondong, Astana Anyar, Ciwastra, nanti juga ada operasi pasar dibeberapa yang kita akan coba di Kosambi,” jelasnya.(kai)

Berita Terbaru