Rabu, September 28, 2022
spot_img

Penyekatan, 17 Kendaraan Luar Kota Bandung Diputar Balik

BerandaKota BandungPenyekatan, 17 Kendaraan Luar Kota Bandung Diputar Balik

BANDUNG – Wali Kota Bandung Oded M Daniel langsung memantau pos PAM ketupat lodaya sekaligus implementasi pelarangan mudik lebaran tahun 2021.

Disampaikan Oded sejak pukul 06.00 – 11.00 wib dari 117 kendaraan bukan letter D (Kota Bandung) diputar balik karena tidak memiliki dokumen perjalanan dan kesehatan yang dianjurkan selama pelarangan.

Bahkan salah satu kendaraan yang tampak akan mudik ditumpangi orang tua dan anak anak pun dikembalikan.

Kendaraan tidak terdata dokumen perjalanan dan kesehatan selain diputar balik namun juga diberi stiker menandakan dilarang masuk wilayah Jabar.

“Hari ini saya memantau GT Buahbatu setelah ke GT Muhammad Toha, informasi dari pak kapolsek juga dari pak camat di tol ini ada 117 yang sudah diperiksa dan 17 diputar balik ya, saya berharap mudah mudahan pos ini betul-betul bisa efektif dalam arti kata kita tetap melaksanakan SOP tetap ngedepankan humanisme itu yang saya harapkan berikan edukasi bahwa masuk Bandung harus taat aturan,” tegas Oded di GT Buahbatu, Kamis (6/5/2021).
Oded terus menghimbau agar warga Kota Bandung untuk diam dirumah begitupun bagi warga kota Bandung berada diluar untuk tidak ke Bandung dahulu.

“Saya berharap kepada warga Bandung baik yang ada di Bandung yang mungkin mudik keluar saya tetap menghimbau bahkan melarang ya harus ada dirumah masing-masing ditempat ya. Kepada warga Bandung yang diluar tolong tetap ditempat, saya melarang tidak masuk ke Bandung dulu,” ucapnya.

Alasan agar tidak masuk ke Kota Bandung sendiri kata Oded, ia khawartir kasus covid-19 meningkat.

“Sekarang ini informasi dari pak sekda tingkat hunian isolasi telah meningkat ini baru satu hari, saya tetap melarang mereka masuk ke Bandung. Belum ada informasi berapa, ya mungkin berbagai variabel, tapi saya khawatir ini mudik juga akan terjadi salah satu pemicu,”tukasnya.

Terkait kemacetan di Cibiru kata Oded kemungkinan ini hari pertama pelarangan. Oleh karennya ia bersama sekda dan wakil wali kota akan terus melakukan evaluasi.

Disinggung soal penutupan tempat wisata Oded menyampaikan pihaknya akan menyesuaikan dengan kebijakan dari pusat.

Ditambahkan Kapospam Gate Buahbatu sekaligus Kapolsek Bandung Kidul Dodi Arahmansyah bahwa rekayasa dilakukan sejak pukul 08.00 wib.

“Sejak jam 08.00 wib tadi sudah dilakukan rekayasa kendaraan untuk mempermudah implementasi larangan mudik 2021, kendaraan datang dari Soreang atau dari Bojong soang tekuk kiri ke ruas jalan tol kemudian berputar dan akan menemukan rambu rambu lalu lintas yang mengatakan letter D ke kanan, dan diluar letter D ke kiri,” ungkap Dodi.

50 personil gabungan TNI Polri, Satpol PP, Dishub, Polisi Militer, Dinkes, dan Diskar diterjunkan, mereka akan melakukan pemeriksaan selama 24 jam dibagi 3 shift atau per 8 jam.

“Kita sudah hampir 120 kendaraan berhentikan dilakukan pengecekan kendaraan maupun administrasi yang tertulis di surat edaran dari gugus tugas nasional no 13/2021 kurang lebih sekitar 17 kendaraan yang diputar balik, mayoritas letter B karena tidak memenuhi apa yang diwajibkan oleh surat edaran tersebut,” tegasnya.

Disinggung soal kemacetan, kata Dodi karena hari ini kebetulan masih di jam kepadatan bekerja (fick hour) atau dan masih bulan suci ramadhan sehingga terjadi kemacetan.

“Jadi barusan kita mulai bersamaan dengan flow atau pergerakan kendaraan yang memang fick hour jadi mohon maaf memang terjadi kepadatan tapi dengan diskresi sesaat buka tutup dulu, tapi tetap mayoritas pemeriksaan kepada persyaratan larangan mudik, mari dirumah saja,” imbuhnya.(kai)

Berita Terbaru