Rabu, September 28, 2022
spot_img

Soal Kerumunan di Pusat Perbelanjaan Yogya King, Pemkot Berikan Peringatan Terakhir

BerandaHeadlineSoal Kerumunan di Pusat Perbelanjaan Yogya King, Pemkot Berikan Peringatan Terakhir

BANDUNG – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu terjadi kerumunan di sekitar pusat perbelanjaan Yogya dan King Kepatihan. Namun pengakuan para pengelola mal hal itu tidak mereka prediksi sebelumnya.

“Untuk yang sebelumnya viral membludak itu memang terus terang secara jujur para pengelola pusat perbelanjaan maupun toko modern ritel itu tidak siap dengan lonjakan pengunjung karena selama setahun ini kan mereka landai, nah begitu yang berapa waktu lalu luar biasa mereka tidak siap,” jelas Elly mengutip alasan para pengelola mal saat memantau harga di pasat Kosambi, Senin (10/5/2021).

Hari Rabu lalu kata Elly seluruh pengelola mal dikumpulkan di Polrestabes dan sudah diberikan peringatan terakhir. Jika ada kerumunan melanggar prokes maka upaya terakhir adalah menutup aktivitas dan disepakati semua.

“Setelah berkaca dari itu dan peringatan terakhir maka setelah hari rabu kemarin, kami tim disdagin lebih memfokuskan untuk mal mal atau ritel yang memang melonjakkan pengunjung nya luar biasa terutama di daerah alun alun, saya langsung terjun kemarin mengawasi jogjya kepatihan dan king dari jam 1-5 sore diatur sedemikian rupa dan alhamdulilah sistem buka tutup, jadi kalau didalam sudah 50 persen sudah kelihat memenuhi 50 persen maka itu langsung ditutup diclose semua pintu masuk langsung di king maupun jogja kepatihan, sehingga yang antri mau masuk itulah yang kemarin sabtu bukan lonjakan pengunjung luar biasa enggak juga sebetulnya tetapi mau ngantri masuk,” jelasnya.

“Itu sudah kita halau supaya mereka berpencar dulu tetapi karena mereka takut kalau keluar antrian ke belakang jadi tetap sabar menunggu kita tertibkan saja gak bisa memaksa tetapi alhamdulilah sejauh itu saya langsung yang lihat di lapangan jogya kepatihan dan king terurai jadi adapun antrian antrian itu dalan kondisi tertib tidak berkerumun,” bebernya lagi.

Masih kata Elly, kemarin pengelola tidak ada peringatan tetapi sudah diberikan peringatan terakhir, kalau terjadi lagi sesuai instruksi Sekda sudah memerintahkan Disdagin dan satpol PP untuk menutup aktivitas atau menyegel mal yang bandel masih euporia memasukan orang atau pengunjung tidak sesuai kapasitas.

“Sepertinya kemarin Sabtu Minggu terakhir ya, kalau saya analisa kemarin ya lonjakan terakhir ya, tetapi dibanding sebelumnya sudah agak menurun skr sudah ada pembatasan yang tgl 6 itu dari luar kota sudah agak sulit masuk ke Kota Bandung, memang kemarin ada lonjakan tetapi dalam kondisi yang tertib lah saya lihat maskernya dipakai semua karena masuk mal tidak boleh ada pengunjung masuk tidak pakai masker meskipun anak kecil juga kita harus pakai,” ungkapnya.

“Kami tidak bisa tidak langsung satu kali ada pelanggaran langsung kita eksekusi karena mereka sudah jujur kami tidak siap dengan lonjakan pengunjung hanya itu peringatan terakhir hanya kalau ada lagi pelanggaran maka tidak segan segan Satgas Penanganan Covid-19 akan menutup atau menyegel, kemarin kami pantau tidak ada lagi yang melanggar. Ada 72 orang dan itu khusus di Kepatihan lebih fokus tiga jam 6 orang 18 orang disana,” tutupnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan kemarin sudah menugaskan dinas terkait untuk mengurai kerumunan.

“Alhamdulilah Bu elly kemarin juga udah melakukan monitoring ke toko toko yang menimbulkan kerumunan, alhamdulilah terurai. Mungkin ini karena euporia masyarakat, karena tahun lalu tidak belanja pengen sekarang belanja baju baru dan lain lain. Tidak ada sanksi karena begitu disampaikan diedukasi nurut,” jelasnya.

Disinggung khawarti kasus covid-19 meningkat, Yana membenarkannya.

“Ya kalau khawatir ada saja tapi bismillah lah karena prokes minimal maskernya pakai lah ya, kerumunannya sajaa yang terjadi. Saya tanya ya itu euporia tahun lalu gak belanja baju baru gak beli beli naon karena kondisi lockdown. Saya himbau terapkan prokes jangan sampai ada potensi klaster dan saya yakin masyarakat sudah lebih dewasa untuk menerapkan prokes, da warga lihat satu tempat terlalu rame dia bisa balik lagi kalau gak penting penting sekali mah, insyaallah Bandung terkendali,” ungkapnya.(kai)

Berita Terbaru