Kamis, September 29, 2022
spot_img

Kerumunan Di Pusat Belanja Terjadi Karena Warga Memilih Diam Mengantri

BerandaKota BandungKerumunan Di Pusat Belanja Terjadi Karena Warga Memilih Diam Mengantri

BANDUNG – Menanggapi kerumunan masa di pusat perbelanjaan jalan Kepatihan (Yogya dan King) beberapa waktu lalu, Sekertaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna menyampaikan bahwa para pengelola pusat perbelanjaan sebetulnya sudah melaksanakan dan konsisten dengan apa yang diamanatkan didalam perwal baik 21 maupun 37 tahun 2021.

“Dan mereka teknisnya apabila sudah mencapai kapasitas 50 persen maka menutup, yang sekarang menjadi masalah masyarakat tidak sabar menunggu antrian atau tidak meninggalkan dulu area pusat perbelanjaan apakah dgn jalan jalan sekitar,” jelas Ema usai rapat terbatas mendampingi Wali Kota dan Wakil di balai kota, Senin (10/5/2021).

Sehingga kata Ema, potensi kerumunan masih terjadi. Tetapi pihaknya melalui Satpol PP tetap melakukan penghalauan berupa woro woro atau penghimbauan walaupun kewalahan sehingga bergerombol diruas ruas jalan.

“Jadi perwal dijalan kan tetapi dengan ledakan pengunjung luar biasa jujur saja kondisi ideal belum terwujud, karena jumlah masyarakat adrenalinnya tinggi untuk berbelanja kebutuhan lebaraan,” ucapnya.

Masih kata Ema sangat sulit memperkirakan jumlah masyarakat yang ingin berbelanja. Soal tracing pada pengunjung mal pun kata Ema dengan kondisi kemampuan anggaran saat ini saat tidak memungkinkan melakukan tracing pada ribuan pengunjung mal tersebut. Pemkot mengharapkan kesadaran dari masyarakat sendiri untuk tidak lagi memaksakan diri melakukan kerumunan.(kai)

Berita Terbaru