Kamis, September 29, 2022
spot_img

Pelaku Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur Ternyata,,,

BerandaDaerahPelaku Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur Ternyata,,,

KOTA BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota berhasil menahan pelaku pelecehan seksual anak di bawah umur berinisial AT (21).

Seperti diberitakan sebelumnya, AT (21) merupakan anak dari anggota DPRD Kota Bekasi yang diduga melakukan perbuatan pelecehan seksual terhadap korban yang berusia 15 tahun.

Dari keterangan Polres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Aloysius Suprijadi, Jumat (21/5), bahwa korban pada tanggal 11 April 2021 telah melakukan hubungan badan dengan pelaku yang mana waktu itu usia korban 15 tahun. Hubungan tersebut dilakukan di tempat kost yang berada di daerah Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi.

“Peristiwa tersebut sebelumnya juga telah dilakukan beberapa kali tanpa ada paksaan sejak bulan Agustus 2020,” katanya.

Terkait informasi perbuatan menjual korban, Kapolres mengatakan, pelaku membantah hal tersebut, karena pada saat yang bersangkutan mengenal korban, korban sudah dikenal sebagai cewek BO melalui aplikasi MiChat dan Facebook.

“Pelaku membantah menjual korban,” singkatnya.

Lanjut Kapolres, pada tanggal 21 Mei 2021, telah diamankan tersangka di Mapolresto Bekasi Kota setelah sebelumnya dilakukan penggeledahan di rumah orang tua korban dan kepada orang tuanya disampaikan untuk segera menyerahkan tersangka.

“Akhirnya pada pukul 04.00 WIB, tersangka diserahkan kepada penyidik dengan didampingi oleh orang tuanya dan saat ini tersangka sedang menjalani pemeriksaan,” tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui perbuatannya dan tersangka sudah melarikan diri sejak mengetahui bahwa dirinya dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota melalui media.

“Tersangka sempat melarikan diri ke Cilacap, kemudian ke Bandung dan kembali lagi ke Bekasi. Untuk tindak lanjut tersangka akan dilakukan penahanan untuk mempermudah proses penyidikan dan tersangka saat ini dikenakan tindak pidana persetubuhan di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat (2) Jo 76D UU No.17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak lima miliar rupiah,” pungkasnya. (gir)

Berita Terbaru