Rabu, September 28, 2022
spot_img

Rencanakan Pengawasan Di Daerah Yang Melakukan PTM

BerandaParlemen & PolitikRencanakan Pengawasan Di Daerah Yang Melakukan PTM

BANDUNG – Sedih pembelajaran setahun ini hanya bisa dilakukan secara on line atau via daring, namun khawatir penyebaran virus covid-19 pada anak anak didik, anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah mengatakan akan mengawasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya akan segera dilakukan semua sekolah di Jabar.

“Saya khawatir dan sedih anak anak terutama untuk tingkat SMA tidak bisa melakukan PTM,” jelas Muntamah di Bandung, Senin (24/5/2021).

Untuk menyikapi pembelajaran tatap muka (PTM) kata politisi perempuan dari PKS ini ada beberapa hal yang terus terang harus dilakukan, mengingat pertama covid-19 blm selesai.

Lanjutnya di Kota dan Kabupaten di Jabar memiliki derajat ketertularan covid berbeda beda. Namun demikian sekolah yang sudah satu tahun ini off perlu disiapkan juga untuk PTM.

“Jadi kesimpulannya adalah pertama mempertimbangkan hal hal tersebut, bijak dihadirkan oleh dinas pendidikan provinsi jabar, memastikan PTM itu berjalan. Yang kemudian kedua dikembalikan ke daerah masing masing karena derajat ketertularan berbeda beda, ketiga dari Disdik sendiri pun juga harus bertanggungjawab secara penuh menyiapkan seluruh stake holder yang ada disekolah baik infrastuktur maupun guru SDM dalam sistem pembelajarannya,” ujar isteri wali kota Bandung Oded M Daniel.

“Kita meyakini bahwa yang pertama ketika PTM itu dibuka ada beberapa yang harus diperhatikan, seperti fasilitas mencuci tangan pakai sabun, tulisan wajib masker kemudian juga yang terpenting bahwa fasilitas untuk anak anak beraktivitas disesuaikan dengan jumlah anak anak yang masuk, kedua adalah sistem pembelajaran tentu saja bertahap tidak 100 persen full tentu saja sesuai dengan kebijakan daerah kota kabupaten setempat misal 50%, 30%, begitu diatur sedemikian rupa itu akan mempengaruhi kurikulum,” paparnya.

Sistem pembelajaran antar guru dan siswa pun harus diatur sedemikian rupa. Selain itu, menyiapkan orang tua.

Menurut Muntamah, semua ortu ingin memberikan yang terbaik untuk pendidikan anak anaknya, terlebih selama satu tahun ini sudah memberikan dampak paling besar untuk anak anak yang harus stay belajar dirumah.

“Bagaimana dampak anak anak dari belajar di rumah bukan hanya pembelajaran yang dirasakan efektif tetapi juga berdampak kepada persoalan persoalan yang lain yang jelas pertama dampak ke orang tua, tidak semua orang tua bisa mendampingi secara full pembelajaran anak anak yang keduanya anak anak,” jelasnya.

Seperti diketahui lanjutnya, gawai memiliki dampak negatif, kemudian anak anak sudah setahun lebih tidak berinteraksi secara langsung dengan guru maupun dengan teman temannya.

“Untuk itu keluarga pun harus menyiapkan dalam hal ini, pemerintah setempat memberikan dukungan sistem, infrastuktur mau hardware dan software. Dan keluarga harus menyiapkan mental anak anak ketika masuk sekolah sistem pembelajaran tatap muka, begitupun lingkungan harus terus berikhtiar lebih kuat supaya penularan covid tidak masif, kita semua memotong rantai,” tandasnya.

Disinggung di daerah Majalengka, sekolah selalu tatap muka. Muntamah mengatakan hal itu dikembalikan lagi kepada kebijakan baik dari pusat provinsi atau kota/kabupaten, karena kota/kabupaten yang paling menentukan.

“Ketika kita menemukan bahwa ada sebuah daerah yang selalu melakukan PTM asalkan dengan protokol kesehatan dan tidak terjadi yang kita khawatirkan sebagai kegiatan yang menjadi penularan covid. Saya pikir satgas covid-19 di daerah tersebut yang paling bertanggung jawab, karena digelar PTM kembali kepada kebijakan satgas setempat kota kabupaten kecamatan setempat. Saya pikir demikian dan tetap saja Disdik jabar memberikan pengawasan terbaik,” tandasnya.

Namun demikian kata Umi sapaan akrab, pihaknya perlu melihat dan datang ke daerah yang selalu melalukan sekolah tatap muka tersebut.

“Kita Komisi V perlu melihat, datang ke Majalengka sepertinya memberikan satu pengawasan dan mengevaluasi kalau misal disana ada PTM. Namun perlu diingat untuk SMK tidak bisa online karena memberikan skill pengetahuan praktis dan sesuai itu harus offline,” terangnya.(kai)

Berita Terbaru