Rabu, Oktober 5, 2022
spot_img

Jangan Jual Rokok Ke Anak Dibawah 18 Tahun Dan Ibu Hamil

BerandaKota BandungJangan Jual Rokok Ke Anak Dibawah 18 Tahun Dan Ibu Hamil

BANDUNG – Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung Nila Avianty menjelaskan adanya perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) para penjual rokok dilarang menjual rokok pada anak dibawah usia 18 tahun dan kepada ibu hamil.

“Kalau dari perda ada larangan ya setiap orang dilarang merokok di KTR, setiap orang atau badan dilarang menjual rokok di KTR, larangan itu dikecualikan pada tempat umum, kemudian penjual rokok boleh dilakukan tapi dengan ketentuan menjajakan rokok tidak secara terbuka termasuk media promosi dan tidak menjual rokok kepada anak dibawah usia 18 tahun dan ibu hamil,” jelasnya usai Bandung menjawab Selasa (25/5/2021).

Jika itu tetap dilanggar dan ketahuan maka siap siap dikenakan sanksi mulai administratif lisan dan teguran, denda sebesar Rp 500 ribu hingga puluhan juta bahkan sanksi pidana.

Untuk sanksi administratif sendiri lanjutnya bertahap dari mulai pimpinan dan atau penanggung jawab KTR yang tidak melaksanakan ketentuan dapat dikenakan sanksi administratif berupa teguran lisan, tertulis, penghentian kegiatan dan atau sanksi administratif sesuai ketentuan per undang undangan.

“Dari teguran lisan bisa, tertulis bisa, bekerja sosial sampai sanksi administratif yang denda berupa uang sebesar Rp 500 ribu,” tegasnya.

Masih kata Nila ada ketentuan bagi orang atau badan yang melanggar KTR sesuai perda dibahas terkait sanksi KTR administratif ataupun pidana, namun belum diterapkan sepenuhnya dan masih diberikan waktu satu tahun setelah perda keluar untuk disosialisasikan terlebih dahulu.

Lanjutnya bahwa dalam perda KTR no 10/2021, hanya beberapa kawasan yang masuk KTR ada 8 titik yakni fasilitas kesehatan (faskes), tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, transportasi umum, tempat kerja, dan tempat lain yang diterapkan oleh keputusan.

Untuk tempat kerja dan umum diperbolehkan ada smoking area, itu sesuai amanat UU no 36/2009 tentang kesehatan dan PP no 19/2012 tentang pengamanan bahan zat adiktif yang mengandung produk tembakau bagi kesehatan disitu tempat kerja dan tempat umum diperlukan ada kawasan untuk smoking area.

Sedang di faskes termasuk KTR dan amanah UU memang untuk kawasan faskes itu tidak boleh ada yang merokok, menjual rokok atau sponsori rokok.

“Mudah mudahan sih KTR di pelayanan kesehatan ini kan lebih mudah dibandingkan kawasan lainnya ini harapan kita sih di faskes ini bisa lebih tinggi tingkat disiplin kepatuhan KTR, cuma kadang masih ada pasien yang bandel tapi petugas dan pelayanan kesehatan mereka sudah sering mengedukasi bahwa di faskes ini KTR,” ucapnya lagi. (kai)

Berita Terbaru