Rabu, September 28, 2022
spot_img

Selama Penyekatan Hanya 3 Unit Kendaraan Yang Ditilang

BerandaKota BandungSelama Penyekatan Hanya 3 Unit Kendaraan Yang Ditilang

BANDUNG – Evaluasi pelanggaran selama penyekatan 6-17 Mei 2021 dilakukan oleh satuan gabungan Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes dan aparat kewilayahan di 7 titik diklaim berlangsung lancar. Hanya 3 unit kendaraan travel gelap yang ditahan dan ditilang.

“Dari mulai GT Buah Batu, Moh Toha, Kopo Pasirkoja, Pasteur, Bundaran, Cibiru, Cibeureum maupun terminal Ledeng ada sebanyak 47.748 unit, untuk kendaraan yang dibalikan dikembalikan ada sebanyak 12.038 unit, kendaraan yang masuk ke kota Bandung sebanyak 30.648 unit, dan kendaraan yang dikecualikan ada sebanyak 5.064 unit,” jelas Doddy usai Bandung Menjawab di Balai Kota, Selasa (25/5/2021).

Kendaraan yang dikecualikan kata Doddy yakni ambulan, kendaraan pengawalan, dan memenuhi syarat laik masuk ke kota Bandung.

Disinggung soal travel gelap kata Doddy, ditahan 3 unit dan sudah dilepaskan kemarin.

“Kendaraan itu dari arah Jakarta lewat Bandung lanjut ke selatan. Itu hanya 3 uni di tilang pelanggarannya.
Selama ini tidak menemukan yang aneh aneh seperti PSBB pertama sembunyi di truk sayur atau dan lain lain,” jelasnya lagi.

Soal kecalakaan lalu lintas sendiri kata Doddy selama mudik lebaran tahun ini grafiknya menurun. Kendati kini kegiatan penyekatan di gerbang tol dihentikan namun petugas gabungan masih melakukan penyekatan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di pusat keramaian semisal mal.

“Beruntung Bandung sudah menutup kebun binatang dan wisata tempat lainnya. Namun untuk buka tutup
masih berlaku di 20 titik mulai dari Lingkar Selatan, pusat kota dengan Dago dari musai 18.00-05.00 wib untuk mengurangi orang berkerumun,” pungkasnya.

Sementara itu PDKT Dishub Kota Bandung Asep Koswara mengatakan pelanggaran parkir selama libur lebaran tetap masih banyak.

“Kami tiap hari merajia parkir liar, 6-24 Mei 2021 sebanyak 1200 pelanggar baik roda 2 dan 4, kami tindak dan sosialisasi ada yang bayar 250 tapi tidak punya uang kami lepas,” jelasnya.

Untuk jalannya sendiri kata Asep di jalan Pasirkaliki, alun alun, Kepatihan, Pasar Baru, dan Cicendo.

“Upaya kami kalau tidak diderek cabut pentil ada penilangan. Kami tidak punya derek hidrolik tapi ada derek gantung dan gendong itu merusak kendaraan. Satu truk 9 unit kalau 2 unit jadi 18 unit, kemarin angkut 3 unit, lalu pasang panduk larang parkir dan angkut kalau melanggar lagi,” tutupnya.(kai)

Berita Terbaru