Sabtu, Oktober 1, 2022
spot_img

Pedagang Tahu Tempe Mogok, Elly Himbau Warga Jangan Khawatir

BerandaKota BandungPedagang Tahu Tempe Mogok, Elly Himbau Warga Jangan Khawatir

BANDUNG – Kendati bakal ada aksi mogok dilakukan pedagang tahu tempe selama 3 hari kedepan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah menghimbau agar warga tidak khawatir.

Elly pun mengaku akan mencari tahu apakah pedagang semua mogok ataukah tidak, karena sepengetahuannya paguyuban tahu tempe tidak ada instruksi melakukan aksi tersebut kepada pedagang.

“Saya dapat informasi tidak semua pedagang tutup, tidak diharapkan ada mogok, tetapi kalaupun ada mogok atas nama pribadi masing-masing tidak atas nama paguyuban gitu ya ini yang perlu kita luruskan,” jelas Elly di balaikota, Kamis (27/5/2021).

Penyebab mogoknya sendiri kata Elly dikarenakan harga kacang kedelai memang ada kenaikan yang pada bulan April masih berkisar di Rp9.200 per kilo sekarang sudah bergerak di Rp10.500 per kilo. Namun kenaikan harga itu terjadi secara global, di dunia.

“Kita tahu bahwa Indonesia itu sebagian besar hampir 95% impor kacang kedelai dari Amerika Serikat sedangkan di Amerika Serikat sendiri belum masuk masa panen. Kebetulan sudah ada permintaan dari Cina yaitu 7,5 ton Pada bulan April kemarin dan ini salah satu yang menyebabkan kurangnya pasokan ke negara-negara lainnya,” ungkapnya seraya mengatakan sebulan 8000 ton.

Hal itu yang menyebabkan harga kacang kedelai dunia meningkat otomatis konsekuensinya di Indonesia pun termasuk Kota Bandung harga kacang kedelai saat ini sudah di Rp10.700 per kilo.

Tetapi Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri sudah memastikan kacang kedelai untuk pengrajin tahu dan tempe dalam kondisi stok aman.

Solusinya kata Elly, saat ini pihaknya sedang turun ke lapanga untuk memutus mata rantai distribusi. Jadi diharapkan distributor kacang kedelai yang ada di kota Bandung untuk langsung menjual kacang kedelainya ke pengrajin, sehingga tidak ada biaya lagi yang membuat harga semakin mahal.

“Ini yang salah satu upaya dan ini sedang berdiskusi kita sedang mendiskusikan dengan paguyuban apa harapan mereka dan solusi dari kita seperti apa,” ucapnya.(kai)

Berita Terbaru