Kamis, September 29, 2022
spot_img

Penuhi Pesanan Luar Kota, Tahu Yun Sen Tetap Beroperasi

BerandaKota BandungPenuhi Pesanan Luar Kota, Tahu Yun Sen Tetap Beroperasi

BANDUNG – Kendati sebagian besar pengrajin tempe tahu di Kota Bandung tutup sebagai protes terhadap pemerintah naiknya harga kacang kedelai namun dua pengrajin tahu di jalan Sudirman Tahu Talaga dan di jalan Cibogo tetap beroperasi.

Salah satunya pemilik Tahu Talaga Ahmad Hendra Gunawan mengaku tetap buka karena sudah kadung berkomitmen dengan pelanggannya di luar kota sehingga tetap produksi meski terbatas.

“Bukan gak solider ada pesanan masuk, udah bayar, dan sebagainya kita tutup pintu depan supaya tahu bahwa kita tidak jualan. Ini pesanan saja lagi pula pemberitahuan tidak langsung ke saya. Saya tahu dari WA teman dan sudah direndam juga kacangnya,” jelas Ahmad saat didatangi Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Elly Wasliah, Jumat (28/5/2021).

Masih kata Ahmad pihaknya masih harus melakukan pengiriman kemluar kota besok.

Sedang untuk ke pasar diakuinya hanya, rata rata penjualan ke pelanggan langsung seperti resto, supermarket dan yang datang ke tokonya tersebut.

“Kacang kita beli langsung dari distributor, sudah harga naik ya. Saya belum tahu masih harus diskusi sama pelanggan kami, kami takut didenda karena dibatalin jadi jangan sampai didenda. Dalam sehari kalau normal kita produksi per hari itu 20-25 tong per tong 27 kg atau 400 buah, sekarang paling 15-14 tong perhari,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan mogoknya perajin tahu tempe karena trend global luar negeri negara penghasil kacang kedelai Amerika Serikat memang mengalami kenaikkan harga karena saat ini disana tidak dalam masa panen. Selain itu pesanan China ke Amerika sangat banyak.

“Salah satu pabrik tahu kebetulan berproduksi tapi karena lebih kepada memenuhi komitmen pesanan dari luar kota, itupun produksi terbatas bukan gak solider, informasi dari bu kadis stok kedelai ada cuma harga naik. Semua rata rata tutup bukan gak solider terutama ini pesanan ke Jakarta, ke pasaran tidak bisa memenuhi,” ucap Yana.

Per bulan kota Bandung butuh 8000 ton,
karenanya kata Yana solusi pemerintah kota Bandung harus melakukan swa sembada. Walaupun kenyataannya kedelai lokal jauh lebih mahal.

“Ilustrasi impor 7.000 lokal 9.000. Mungkin biaya tanam kedelai mahal dari mulai bibit, pupuk,” ujarnya.

Masih kata solusi untuk menaikkan harga sendiri tak segampang itu. Jika harga tahu tempe lebih mahal dari daging atau telor maka bisa beralih.

Karenanya harga tetap harus ditekan sehingga biaya produksi tidak naik dan harga ke konsumen tidak mahal.

“Kita gak punya lahan tapi dengan buruan SAE tematik, minimal memenuhi separo aja bisa. Nanti cari formulanya, 95% kita bergantung pangan dari luar Bandung mau telor beras. Belajar pengalaman dan antisipasi siklus berulang, mudah mudahan dengan buruan SAE bisa teratasi. Sebenarnya juga stok ada harusnya gak naik, tapi kalau sebulan lagi habis gak bisa beli gimana,” paparnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Elly Wasliah
terkait kebijakan harga kedelai impor naik ranahnya ada di Kementan.

“Yang jelas Pemkot ke arah swa sembada kurangi impor walaupun aspek produksi lebih mahal. Kita bukan centra produksi, makanya disini (tahu Talaga) ada penggunaan kedelai lokal Madiun, harga mahal tapi sehat, kalau impor 3500 perbuah dan organik 5500 perbuah,” jelasnya seraya mengatakan di Bandung lanjutnya 80% impor, dan 20% lokal.

Terkait omzet perhari pabrik tersebut memproduksi sebanyak 10.000 buah tahu dan kini hanya 6000 buah.

“Ukuran tetap tidak berkurang hanya harga naik. Harga kacang kedelai bulan April 9700 sekarang 10.300-10.700,” ungkapnya.

Sementara itu terkait pembahasan permintaan Pemkot Bandung agar pengrajin tahu tidak mogok. Kata Elly ternyata para perajin melalui Paguyuban tetap melakukan aksi mogok.

“Kamu sudah menghimbau tetapi tetap melakukan mogok. Namun mogok ini kata mereka untuk memberitahukan ke konsumen bahwa harga naik 500 per bungkus atau 10-15 %. Kalau ukuran tidak efektif karena harus bikin cetakan, plastik, kenaikan harga mulai Senin naik selain itu mereka menuntut perhatian dari pemerintah agar ada kepastian berapa harga kedelai karena kebijakan impor dari pusat bukan daerah,” ungkapnya.(kai)

Berita Terbaru