Minggu, Oktober 2, 2022
spot_img

Terkait Kasus Covid-19, Wali Kota Bekasi Bantah Data PIKOBAR

BerandaKota BekasiTerkait Kasus Covid-19, Wali Kota Bekasi Bantah Data PIKOBAR

KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menanggapi kasus baru kenaikan Covid-19 di Kota Bekasi menjadi yang tertinggi di Jawa Barat sepekan terakhir (24-30 Mei 2021).

Hal ini terungkap dari data yang diunggah Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Pikobar) bahwa Kota Bekasi mengalami kenaikan sebanyak 757 kasus.

Wali Kota Bekasi pun mengklarifikasi pada, Kamis (3/6), di Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi saat diwawancarai media. Dijelaskannya bahwa kenaikan Covid-19 di Kota Bekasi memang benar adanya, tapi tidak dengan 757 kasus seperti yang terdata di PIKOBAR, melainkan kenaikan kasus berjumlah 519 kasus hampir relatif sama dengan Kota Bandung.

Bahkan, Wali Kota Bekasi tidak mengetahui bahwa PIKOBAR menyebut Kota Bekasi tertinggi nomor 1 kasus Covid-19.

“PIKOBAR mengekspos darimana data terkait Covid-19. Padahal Dinas Kesehatan Kota Bekasi setiap pekannya melaporkan perkembangannya hingga per RT di wilayah mengenai kasus aktif yang masuk,” tegasnya.

Kasus Covid-19 tersebut meningkat dan rata-rata kluster keluarga. Untuk warga Bekasi yang kembali dari mudik lebaran, sudah mengikuti proses dan prosedur yang ada.

“Diindikasikan peningkatan itu ada 519 kasus aktif dan kami pun sudsh melakukan 3T, yakni tracing, tracking dan treatment,” ujar Wali Kota.

Diakui Wali Kota, kenaikan Covid-19 saat ini di Kota Bekasi mencapai 2,1 persen.

“Saya selaku Wali Kota Bekasi sudah menjawab hal ini ke Gubernur Jawa Barat serta meluruskan berita-berita yang disampaikan, jadi seolah-seolah terdapat kejadian yang luar biasa di Kota Bekasi,” paparnya.

Menurutnya, upaya yang dilakukan pihak Pemerintah Kota Bekasi sudah maksimal, seperti membentuk tim di wilayah dan melakukan 3T tersebut.

“Kita sudah melakukan tracing, tracking dan treatment. Bahkan, sebanyak 2,1 persen yang kami temukan berdasarkan data yang ada,” ungkapnya.

Ia berharap, semoga dengan pembentukan 3T tersebut, hal ini mampu menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi dan kasus tersebut bisa turun kembali.

“Kami mengimbau kepada warga untuk memperketat protokol kesehatan serta meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.

Pria yang akrab disapa Pepen tersebut juga meminta kepada Lurah dan Camat hingga Kepala Puskesmas se-Kota Bekasi untuk segera melakukan pemantauan dan sosialisasi terhadap warganya.

“Lurah menjadi garda terdepan, sehingga data harus betul-betul akurat dan juga melakukan tracking jika memang ditemukan adanya penambahan kasus,” tandasnya. (ad/gir)

Berita Terbaru