Rabu, September 28, 2022
spot_img

Pemkot Bekasi Akui Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Mulai Mengalami Penurunan

BerandaKota BekasiPemkot Bekasi Akui Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Mulai Mengalami Penurunan

KOTA BEKASI – Apel Senin pagi, 7 Juni 2021, yang dihadiri oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, Kapolres Metro Bekasi Kota, Aloysius Suprijadi, Dandim 0507/Bekasi, Iwan Apriyanto dan Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J. Putro, yang hadir dalam apel bersama di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, menjelaskan perkembangan kasus Covid-19 pada pekan ke empat bulan Juni ini.

Kapolres Metro Bekasi Kota pada kesempatan tersebut menyampaikan evaluasi penanganan Covid-19, mengungkapkan terjadi kluster baru pada Kota Kudus yang terjadi dengan tenaga kesehatan mengakibatkan peran TNI-Polri untuk segera membantu dalam penanganannya, sehingga kita berharap hal tersebut tidak terjadi di Kota Bekasi ini.

“Kota Bekasi sudah mampu melakukan penanganan Covid-19 yang sudah turun menjadi zona kuning dan juga perkembangan ekonomi dalam masa pandemi ini harus ditingkatkan,” ungkapnya.

Sinergitas peran Forkopimda sudah menjadi satu aksi dalam sosialisasi kepada warga Kota Bekasi, dimama para stakeholder terjun langsung melakukan sosialisasi penegakan protokol kesehatan, penggalakan 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengunakan hand sanitiser) dan penerapan 3 T (Tracing, Tracking dan Treatment) untuk warga sekitarnya yang telah mengalami adanya indikasi penyebaran virus Covid-19.

Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa kita memiliki satgas Covid-19 di Kota Bekasi yang selalu mensinergitaskan peraturan demi peraturan.

“Semua harus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507/Bekasi dan Forkopimda lainnya,” pintanya tegas.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengingatkan kepada seluruh peserta apel yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas dan aparatur pemerintah untuk saling berkoordinasi.

“Karena di Kelurahan adalah garda terdepan selain RT dan RW. Jika ada 10 pasien isolasi mandiri pada saat ini, lakukan lockdown kembali melalui semi lockdown di wilayah. Pengetatan melalu 3 T juga harus dilakukan oleh Puskesmas di wilayah, karena di Kota Bekasi sudah menjadi zona kuning. Maka itu, tingkat kewaspadaannya harus benar-benar dijaga,” tegasnya.

Wali Kota Bekasi memaparkan mengenai hasil evaluasi penanganan Covid-19 pada pekan ke empat bulan Juni 2021, bahwa kembali menurun, sedangkan untuk kasus kesembuhannya menjadi 97,97 persen (turun 0,3 persen) dan angka kasus aktif menjadi 0,74 persen.

Kasus kluster keluarga masih mendominasi penambahan kasus di Kota Bekasi, dilaporkan tingkat Kelurahan, diantaranya:

1. Kelurahan Arenjaya, 20 kasus
2. Kelurahan Jatirangon, 18 kasus
3. Kelurahan Kayuringin, 14 kasus
5. Kelurahan Bojongmenteng, 13 kasus
6. Kelurahan Jatiraden, 11 kasus
7. Kelurahan Kotabaru, 11 kasus

Terdata, kasus per Kecamatan yang bisa dibilang masih banyak aktifitas masyarakat yang melakukan perjalanan dan kembali dari luar kota dilaporkan sebagai berikut:

1. Bekasi Timur, 39 kasus
2. Jatisampurna, 39 kasus
3. Bekasi Selatan, 38 kasus
4. Bekasi Utara, 37 kasus
5. Bekasi Barat, 30 kasus
6. Mustikajaya, 25 kasus
7. Pondokmelati, 24 kasus
8. Jatiasih, 23 kasus
9. Medansatria, 22 kasus
10. Rawalumbu, 20 kasus
11. Bantargebang, 20 kasus
12. Pondokgede, 12 kasus

Saat ini, kota Bekasi masih berada di zona kuning. Sesuai Instruksi Mendagri dimana kasus dalam 1 RT masih terbatas 1-2 rumah, hanya dilihat dari kasus aktif ada rumah dengan jumlah kasus aktif 1-7 kasus. (ad/gir)

Berita Terbaru