Senin, Oktober 3, 2022
spot_img

Disdik Kota Bekasi Tegaskan Tidak Ada Penambahan Jumlah Sekolah ATHB-SP

BerandaKota BekasiDisdik Kota Bekasi Tegaskan Tidak Ada Penambahan Jumlah Sekolah ATHB-SP

KOTA BEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk saat ini tidak akan menambah jumlah sekolah pada Adaptasi Tatanan Hidup Baru-Satuan Pendidikan (ATHB-SP) dikarenakan pasca lebaran ini kasus Covid-19 kembali mengalami tren kenaikan usai libur panjang.

“Berdasarkan hasil evaluasi, masih sama seperti yang lalu, belum akan ditambah atau diperluas. Saat ini kami akan lebih fokus terhadap pengetatan pengawasan terkait penerapan prokes di sekolah yang sudah diizinkan untuk menggelar ATHB-SP,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, Senin (7/6).

Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, jumlah sekolah tingkat SD dan SMP yang telah menggelar pembelajaran ATHB-SP saat ini sebanyak 220 sekolah.

Kadisdik juga menyampaikan, terkait hal ini pihaknya terus melakukan koordinasi dan telah melakukan pemetaan pada sekolah yang menyelenggarakan ATHB-SP yang dinyatakan zona merah dan melakukan evaluasi, setiap sekolah wajib melakukan kerjasama dengan Puskesmas setempat dan gugus tugas tingkat wilayah.

“Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengintruksikan kepada Kepala Sekolah untuk selalu melakukan pengendalian Covid-19 kepada warga belajar (peserta didik, guru, TU, OB dan security) dan menyediakan sarana penunjang protokol kesehatan setiap hari selama proses belajar mengajar,” katanya.

Saat ini, lanjut Kadisdik, pihaknya masih terus melakukan evaluasi serta menunggu arahan dari Gugus Tugas tingkat Kota.

“Masih terus dilakukan evaluasi dan menunggu arahan dari Gugus Tugas tingkat Kota. Kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama,” paparnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati menegaskan, terkait kebijakan sekolah Adaptasi Tatanan Hidup Baru-Satuan Pendidikan (ATHB-SP), Dinas Kesehatan Kota Bekasi hanya mengimbau terkait anak karena keberadaanya didalam kasus keluarga.

Ia juga mengatakan kepada sekolah yang akan tatap muka menyiapkan sistem pengawasan yang maksimal dan koordinasi dengan lintas sektor jika ada kasus di lingkungan sekolah maka perlu penanganan sesuai tata laksana penanganan penyakit menular jika ditemukan ada kasus baru dalam proses sekolah tatap muka.

“Siapkan sistem pengawasan yang maksimal dan koordinasi dengan lintas sektor jika ada kasus di lingkungan sekolah maka perlu penanganan sesuai tata laksana penanganan penyakit menular jika ditemukan ada kasus baru dalam proses sekolah tatap muka,” imbaunya.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, kasus Covid-19 kembali menunjukkan tren kenaikan di Kota Bekasi setelah perayaan lebaran 2021. Wilayah zona kuning Covid-19 di daerah tersebut bertambah 31 RT. (ad/gir)

Berita Terbaru