Kamis, September 29, 2022
spot_img

Jadi Rujukan Penanganan Kekerasan Anak, DPRD Kabupaten Pandeglang Kunker Kota Bekasi

BerandaKota BekasiJadi Rujukan Penanganan Kekerasan Anak, DPRD Kabupaten Pandeglang Kunker Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka peran DPPPA Kota Bekasi dalam upaya penanganan kekeraaan terhadap anak.

Acara tersebut diselenggarakan di Aula DPPPA Kota Bekasi gedung 10 lantai Kantor Wali Kota Bekasi, Senin (7/6).

Kepala DPPPA, Makbullah, didampingi Sekretaris DPPPA Kota Bekasi, Karya Sukmajaya, mengucapkan terima kasih karena telah memilih Kota Bekasi sebagai kota rujukan dalam penanganan kekerasan terhadap anak.

“Terima kasih karena telah menunjuk Kota Bekasi sebagai kota rujukan sekaligus selamat datang di Kota Bekasi kepada Ketua komisi IV dari DPRD Kabupaten Pandeglang, semoga pada pertemuan ini ada hal yang bisa kita bahas dan menjadi masukan serta solusi bagi Kota Bekasi dan Kabupaten Pandeglang,” ujarnya

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, M. Habibi Arafat mengatakan, kunjungannya tersebut bertujuan menimba ilmu di Kota Bekasi, karena pihaknya melihat keberhasilan dari DPPPA Kota Bekasi dalam menangani kekerasan pada anak dan perempuan.

“Kedatangan kami kesini karena kami melihat DPPPA Kota Bekasi dalam menangani kekerasan kepada anak dan perempuan,” katanya.

“Kami Ingin mendapat regulasi atau peraturan yang sudah ada di Kota Bekasi yang nantinya akan kami adopsi ketika nanti pulang, terutama kebijakan strategis daerah sehingga penanganannya harus tepat dan cepat,” tambahnya.

Ia pun menjelaskan peran dari pemerintah sangat berpengaruh dalam penanganan kekerasan tersebut sekaligus sebagai antisipasi agar tidakan kekerasan tidak terjadi lagi.

“Karena jangan sampai kita sebagai wakil rakyat tidak dapat menyampaikan dengan baik, untuk itu perlu adanya langkah antisipasi,” terangnya.

Sekdis DPPPA Kota Bekasi, Karya Sukmajaya kemudian menjelaskan upaya yang telah dilakukan oleh DPPPA Kota Bekasi dalam menangani kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Yang terpenting para korban harus berani melapor agar kasus tidak kembali terjadi dan penanganan kasusnya pun dilakukan secara rahasia,” paparnya. (ad/gir)

Berita Terbaru