Rabu, September 28, 2022
spot_img

Pedagang Baso Kota Bekasi Keluhkan Harga Daging Mahal Jelang Hari Raya Besar

BerandaKota BekasiPedagang Baso Kota Bekasi Keluhkan Harga Daging Mahal Jelang Hari Raya Besar

KOTA BEKASI – Bertempat di Aula Grha Hartika, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi, pengusaha Baso Kumis Group cabang Kota Bekasi mengundang Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono dalam rangka menyampaikan aspirasi permasalahan pasokan daging sapi di Kota Bekasi, Selasa (8/6).

Bambang Haryanto selaku Sekjen Pengusaha Bakmi dan Baso (Papmiso) menyampaikan banyak dari pengusaha bakmi dan baso selalu mengeluhkan hal yang sama, terkait kelangkaan dan tingginya harga daging sapi menjelang hari raya besar.

“Saya selaku perwakilan dari Assosiasi Pengusaha Bakmi dan Baso Kota Bekasi ingin minta solusi ke Pak Wakil Wali Kota terkait minimnya pasokan daging dari importir dan lonjakan harga daging sapi setiap menjelang hari raya besar,” ujar Bambang.

Bambang juga menyampaikan hasil survei dari pengusaha bakmi dan baso se-Kota Bekasi terkait kebutuhan daging sapi yang mencapai 14 ton per hari, angka tersebut bisa melonjak saat menjelang hari raya tiba.

“Kebutuhan bahan pokok daging sapi di Kota Bekasi itu mencapai 14 ton per hari, angka tersebut bukan kebutuhan saat hari raya, beda lagi kalo menjelang hari raya. Jadi, maksud saya hal demikian jangan sampai menjadi budaya di Kota Bekasi, pasokan daging sedikit yang akhirnya harga pun melambung tinggi,” kata Bambang.

Mendengar permasalahan tersebut, pria yang biasa disapa Mas Tri akhirnya memberi tanggapan, bahwa dirinya pernah terjun langsung di Pasar Baru Bekasi saat penjual daging kesulitan mendapat pasokan daging dari importir, yang kemudian berimbas ke pengusaha baso dan pengusaha-pengusaha lainnya.

Dirinya bahkan menyarankan kepada para pengusaha bakmi dan baso agar segera mengurus legalitas asosiasi dan bentuk koperasi pengusaha baso, selain dapat membantu para pelaku UKM jika suatu saat nanti ada permasalahan seperti demikian dapat langsung difasilitasi ke dinas terkait.

“Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas terkait dan stake holder terus mengupayakan agar harga daging terus stabil di pasaran, sementara itu silakan bentuk koperasi dan legalitas asosiasinya dengan demikian selain pemerintah dapat memonitoring perkembangan pasar, saat ada kendalapun dapat langsung kita komunikasikan ke Kementrian terkait,” terangnya.

Dengan dibuatnya legalitas asosiasi, harapannya asosiasi tersebut dapat memiliki payung hukum, segala bentuk aspirasi yang ada dapat diteruskan ke dinas terkait yang kemudian dapat diteruskan ke Kementrian Perindustrian dan Perdagangan jika tidak mendapatkan solusi, sehingga para pelaku UKM tidak lagi resah pasokan daging minim saat menjelang hari raya tiba. (ad/gir)

Berita Terbaru