Kamis, September 29, 2022
spot_img

Pandemi Covid-19 Dihimbau Pasutri Tunda Kehamilan

BerandaKota BandungPandemi Covid-19 Dihimbau Pasutri Tunda Kehamilan

BANDUNG – Dimasa pandemi covid-19 ini Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung menghimbau agar pasangan suami-istri baru ataupun lama agar menunda kehamilan.

Pasalnya kondisi saat ini tidak memungkinkan ibu hamil melakukan pemeriksaan rutin, begitupun kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) khawatir terpapar virus covid-19 saat harus melakukan pemeriksaan.

“Himbau di masa pendemi tunda kehamilan, karena kan minimalnya ibu hamil harus periksa 4 kali dan kunjungan kader juga saat ini, apalagi siaga satu begini jadi ragu. Belum di rumah sakit juga penuh dan yang hamil yang terpapar banyak juga,” jelas Kepala DPPKB Andri Kadarusman, di balai kota, Selasa (22/6/2021).

Dalam kesempatan itu Andri menyampaikan bahwa kondisi kependudukan kota Bandung dilihat dari
totally vertility rate sekarang 1,9 artinya 1 keluarga 2 anak masih ideal.

Di kota Bandung ada 600 ribu kepala keluarga jika di kali 4 orang maka jumlah total 2,4 juta. Artinya satu keluarga terdiri dari dua ortu dan dua anak.

Kata Andri angka itu masih dibawah Jabar yang sudah mencapai 2,3.

“Tag line pembangunan kependudukan dan keluarga berencana (bangga kencana) bahwa 2 anak lebih sehat, karena target kita pencegahan stunting makanya ada pra nikah. Menikah punya anak itu harus terrencana jangan sampai hamil lagi hamil lagi tidak direncanakan,” ucapnya.

“Kehamilan ini ada perrencanaannya, memiliki anak 1 2 saja, sebagai pengganti kita untuk generasi emas 2045. Bayi yang lahir hari ini masa produktifnya 2045, mudah mudahan dengan sosialisasi telaten sabar, walau butuh waktu 5 sampai 10 tahun namun bisa terwujud,” harapnya.

Andri pun mengingatkan agar pasangan usia subur (PUS) yang berrencana menikah sebaiknya siapkan diri untuk perempuan usai 21 tahun dan laki laki usai 25 tahun sehingga sudah siap fisik lahir batin.

Kepesertaan KB sendiri kata Andri dari PUS sebanyak 385764, dari PUS tersebut yang menggunakan KB IUD 104.436, metode operasi wanita 12.548, mop 1.377, kondom, 8.558, implan 7.866, suntik 117.323, dan pil 44304.(kai)

Berita Terbaru