Rabu, September 28, 2022
spot_img

Selama Pandemi, Komsumsi Ikan Menurun

BerandaKota BandungSelama Pandemi, Komsumsi Ikan Menurun

BANDUNG – Meminimalisir angka stunting di Kota Bandung salah satunya dengan menggelorakan gerakan gemar makan ikan dan minum susu. Pemkot Bandung melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) selama dua hari ini melaunching dan menyosialisasikan kegiatan tersebut ke pesantren dan yayasan.

Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gingin Ginanjar.

Namun sayangnya disampaikan Kepala Dispangtan Gingin Ginanjar bahwa komsumsi dan terasi gizi diantaranya makan ikan kian menurun terlebih dimasa pandemi ini.

“Anak memerlukan gizi bagus melalui ikan dan susu. Lihat data tingkat komsumsi tahun 2017-2020 menurun perkapita pertahun. Kajian YLKI komsumsi dan literiasi gizi di kota besar termasuk bandung masih rendah dan anak bangsa jadi kekurangan gizi akhirnya tingkat kepintaran itu juga mempengaruhi selain kesehatan,” keluh Gingin di kantornya Jl Arjuna, Rabu (23/6/2021).

Pada tahun 2017 komsumsi ikan di angka 14,99 kg perkavita pertahun naik tahun 2018 15,45 kg perkavita pertahun, tahun 2020 menurun menjadi 14,6 kg perkavita pertahun.

Terlebih kini pandemi kata Gingin, daya beli menurun namun tidak hanya ikan pangan seluruh. Namun seharusnya untuk menjaga imun makan bergizi adalah salah datu upayanya yakni dengan makan ikan dan minum susu.

Dilihat angka lanjutnya rendah. Situasi ini lebih rendah lagi, 274 ton per hari untuk kota Bandung padahal dari sisi kecukupan terpenuhi bahkan melebihi.

Pemasok ikan tawar sendiri ucapnya dari sekitar wilayah Jabar yakni Ciamis, Subang, Tasik, Sukabumi. Sedang ikan laut dari Lampung.

Padahal dilihat ketersediaan ikan kaya Gingin termasuk pangan lain kota Bandung bisa dikatakan cukup.

“Hanya memang tingkat komsumsi yang menurun, nah ini kita sedang coba melakukan telaahan tapi dari hasil tadi kajian, salah satu kajian menunjukan bahwa pengetahuan literasi terhadap makanan bergizi kurang, akhirnya tingkat komsumsinya pun berkurang.” pungkasnya.

“Nah hari ini kita launching gerakan makan ikan dan minum susu ini salah satu upaya meningkatkan kemauan, kemampuan, komsumsi warga kota Bandung untuk mau lebih banyak mengkomsumsi ikan dan susu dengan cara tidak dimakan secara langsung dalam bentuk segar tetapi bisa diolah yang variatif sehingga diharapkan tingkat kosumsinya bisa lebih tinggi,” harapnya.

Kata Gingin pihaknya mengutamakan sasaran pada anak anak TK dan SD atau masa pertumbuhan karena mereka yang banyak membutuhkan asupan gizi yang cukup.

Tetapi para orangtua juga pasalnya kebiasan orangtua siapkan makanan pun jadi sasaran agar tidak ragu menyajikan berbagai makanan olahan ikan dan susu.

Disinggung harus ada duta atau agen untuk lebih menarik minat anak anak agar memakan ikan dan minum susu kata Gingin akan dilakukannya terlebih sudah ada intruksi dari provinsi bahwa kedepan harus dibentuk kelompok kerja (pokja) makan ikan dan susu kerjasama dengan dinas pendidikan.

“Untuk membangun itu, duta apapun yang terbaik guna mempercepat komsumsi ikan dan susu kepada warga akan kita lakukan,” paparnya.

Dua hari ini lanjutnya sebanyak 600 anak di pesantren dan yayasan secara virtual mengikuti gebyar launching gemar makan ikan dan minum susu.(kai)

Berita Terbaru