Rabu, Oktober 5, 2022
spot_img

Tanam Pohon, Wakil Wali Kota Bekasi: Jangan Hanya Bisa Menanam Saja, Tapi Harus di Rawat

BerandaKota BekasiTanam Pohon, Wakil Wali Kota Bekasi: Jangan Hanya Bisa Menanam Saja, Tapi...

KOTA BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono melakukan penanaman pohon di dua lokasi, yang pertama bersama komunitas sepeda BETON (Bekasi Troy Owners) di halaman apartemen LRT City, Kelurahan Margahayu. Kemudian dilanjutkan dipekarangan cagar budaya mata air hulu cai Kelurahan Jatisampurna, Minggu (13/6).

Pria yang akrab disapa Mas Tri tersebut mengungkapkan, kualitas udara di Kota Bekasi sudah mulai menurun. Dirinya mengatakan, dahulu saat dia masih di bangku sekolah suhu udara pada siang hari diperkirakan hanya sampai 27 derajat celcius, akan tetapi pada saat ini suhu udara di Kota Bekasi mencapai 34 derajat celcius.

“Dulu waktu zaman saya masih sekolah, cuacanya diperkirakan 27 derajat celcius, akan tetapi sekarang bisa sampai 34 derajat celcius, naiknya drastis, ini tanggungjawab kita bersama,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya mensosialisasikan kepada warga Kota Bekasi yang ingin melakukan penghijauan di area lahan terbuka hijau, dipersilahkan untuk berkoordinasi mengajukan permohonan ke Dinas BMSDA bidang Pertamanan.

“Dari aksi giat penanaman pohon ini, saya harap jangan sekedar tanam saja, akan tetapi diperhatikan juga, dirawat dan dipantau perkembangannya, kalau ada warga yang ingin melakukan penghijauan, silakan kordinasi mengajukan permohonan ke Dinas BMSDA bidang Pertamanan, nanti kita siapkan bibitnya,” kata Tri.

Selain giat penanaman pohon, Wakil Wali Kota Bekasi didampingi Sigit, salah satu perwakilan dari sebuah organisasi berbasis lingkungan, Waste4change juga mengimbau kepada warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya limbah minyak jelantah.

Sigit menyatakan, apabila minyak jelantah dipergunakan secara terus menerus akan berdampak pada kesehatan tubuh, apabila dibuang sembarangan akan berdampak buruk pada kualitas kadar air.

“Menurut ilmu kesehatan, minyak jelantah atau minyak goreng bekas jika dipergunakan secara terus menerus pasti akan berdampak pada kesehatan, jika dibuang sembarangan ke saluran air, maka akan berdampak buruk pada kualitas air,” tegas Sigit.

Untuk itu, kata dia, Pemerintah Kota Bekasi mengimbau kapada warga untuk dapat bijak dalam mengelola sampah.

“Pemerintah memberikan fasilitas kepada warga untuk mengganti minyak jelantah yang telah terkumpul, menjadi memiliki nilai ekonomis,” pungkasnya. (ad/gir)

Berita Terbaru