Rabu, September 28, 2022
spot_img

Tingkatkan UMKM, DPRD Kabupaten Klungkung Sambangi Kota Bekasi

BerandaKota BekasiTingkatkan UMKM, DPRD Kabupaten Klungkung Sambangi Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Kepala Dinas Koperasi Dan UMKM Kota Bekasi menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Kamis (17/6).

Komisi II DPRD Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali mengunjungi Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka kunjungan kerja terkait studi banding tentang informasi usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Bekasi.

Pemimpin rombongan sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, I Wayan Baru mengatakan maksud dan tujuan datang ke Kota Bekasi dalam rangka studi banding untuk melihat program UMKM di Kota Bekasi agar bisa bertahan di tengah pandemi ini.

“Terima kasih banyak atas penerimaannya oleh Kadis Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Abdillah. Kedatangan kami dalam rangka studi banding ke Kota Bekasi, kami akan menanyakan upaya yang sudah dilakukan UMKM Kota Bekasi untuk bertahan di masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

“Karena Kabupaten Klungkung mengandalkan pariwisata, namun semenjak adanya pandemi penurunan wisatawan cukup membuat UMKM kami kewalahan,” sambungnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa Klungkung dulunya merupakan salah satu pusat kerajaan di Bali. Dengan luas wilayah 315 kilometer persegi, Klungkung mempunyai pantai seluas 118 kilometer persegi dan daratan hanya 7 kilometer persegi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Abdillah menuturkan, ada beberapa kebijakan khusus yang diterapkan oleh Kepala Daerah agar tetap memberikan stimulus kepada UMKM dimasa pandemi.

“Ada beberapa kebijakan khusus yang diterapkan oleh Kepala Daerah agar tetap memberikan stimulus kepada UMKM dimasa pandemi,” terang Abdillah.

Dijelaskannya, salah satu kebijakan tersebut adalah tentang pemberian pinjaman sebesar Rp4,3 miliar tanpa bunga dengan lama pengembalian 12 bulan, dimana untuk satu kelompok koperasi mendapatkan pinjaman sebesar Rp250 juta dan setiap pelaku UMKM mendapatkan maksimal Rp15 juta.

“Pinjaman tersebut dibagi kepada 14 kelompok dan 166 UMKM binaan Kota Bekasi, hal ini dilakukan dalam membangun dan mengembangkan UMKM dengan pelatihan dan pembinaan, pendampingan, bantuan penguatan, legalitas, hingga promosi dan pemasaran,” terangnya.

Abdillah berharap, dengan adanya tukar pikiran maupun ide dalam mengbangkan UMKM dimasa pandemi ini, bisa menguatkan perekonomian dan membangkitkan UMKM.

“Mudah-mudahan dengan adanya pertukaran informasi ini bisa menguatkan keberadaan UMKM dan membangkitkan sektor ekonomi,” tukasnya. (ad/gir)

Berita Terbaru