Kamis, September 29, 2022
spot_img

Banyak ASN Positif Covid-19, Balai Kota Bandung LOCKDOWN

BerandaKota BandungBanyak ASN Positif Covid-19, Balai Kota Bandung LOCKDOWN

Bagian Pelayanan Masyarakat Tetap Buka

BANDUNG – Peningkatan jumlah karyawan Pemkot Bandung yang terpapar virus covid-19 terus bertambah, maka diputuskan kegiatan di balai kota Bandung ditutup. Tetapi untuk yang berhubungan dengan pelayanan tetap dibuka sehingga tidak ada pelayanan masyarakat terganggu.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di rumah selama ini 50% dan kini 90% ASN bekerja di rumah terkecuali mereka di kewilayahan atau terkait pelayanan masyarakat semisal puskesmas dan lainnya.

“Jadi presentase gak kaku ya, tapi diupayakan yang bisa kerja dari rumah ya dirumah tapi kalau memang enggak bisa semisal puskesmas pokoknya pelayanan ke masyarakat mah jangan terganggu lah. Sekarang mah semua aja, kalau memang bisa dilakukan dirumah di rumah aja,” pungkasnya.

Kendati tidak tahu jumlah persis ASN yang terpapar namun kata Yana, laporan hampir setiap hari selalu ada yang terpapar baik itu para kepala, sekretaris dinas ataupun stafnya.

Kata Yana melihat angka angka indikator memang terjadi peningkatan 2 hari lalu bahkan sampai angka 260 orang biasanya jarang melewati angka 100 kasus. Karenanya sejak ratas regulasi Perwal sudah dibuat untuk perlakuaan zona merah.

“Kemarin sudah 1,1 dan 0,01 lagi ke zona merah waktu itu. Sekarang 1,72 jd memang kenapa rata rata ditutup memang mengurangi mobilitas warga saat ini mah karena kita yakini lah ini semua karena transmisi antar penduduk lah yang mobilitas masih terus bergerak. Tidak hanya balkot semua di jl Cianjur, Dispora, semua OPD aja,” terangnya.

Disinggung beberapa kepala daerah meminta pusat mengeluarkan penerapan lockdown. Menurut Yana jika ada penerapan lockdown maka pemerintah daerah khususnya Kota Bandung keberatan, karena Kota Bandung tidak mampu jika harus menghidupi 2,5 juta penduduknya selama lockdown.

“Kan gini kalau diregulasi yang ada kita melakukan lockdown ada kewajiban lain yang mungkin lockdown secara regulasi ya benar benar menutup semua pergerakan masyarakat lockdown benar, itu kan regulasinya berarti pemerintah harus menyiapkan kebutuhan seluruh warganya. Kaya miskin pokoknya penduduk kota Bandung 2,5 juta orang. Ya kami di kota Bandung tidak punya kemampuan untuk itu ya dan kami meyakini PPKM cukup efektif ya karena teman teman di kewilayahan juga lebih tahu kondisi daerahnya,” jelas Yana.

Lanjutnya PPKM akan diperketat, begitupun pengawasan ditingkatkan.

“Jadi kita minta sekarang jangan pemerintah saja tapi masyarakat juga mari sama sama ya ini udah jadi ini bersama ya, punten gak tahu bener enggak di Singapura udah dilepas benar gak gitu ya jadi gak ada isoman gak karantina orang kesana juga bebas aja,” pungkasnya.

Penerapan lockdown lanjutnya, pemerintah pusat menyerahkan ke daerah masing masing karena karakteristik daerah juga beda beda selain itu ada kewajiban yang harus kita penuhi oleh pemerintah dan saat ini Pemkot Bandung belum siap.(kai)

Berita Terbaru