Rabu, Oktober 5, 2022
spot_img

Kondisi Pandemi Covid-19 Di Kota Bandung Sangat Kritis

BerandaKota BandungKondisi Pandemi Covid-19 Di Kota Bandung Sangat Kritis

BANDUNG – Wali Kota Bandung sekaligus Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Oded M Daniel menyampaikan pada kondisi pandemi covid-19 di kota Bandung sampai dengan hari Selasa 29 Juni 2021 sangat kritis.

Total konfirmasi 24.326 kasus, konfirmasi aktif 2.846 kasus, konfirmasi sembuh 21.028 kasus, dan konfirmasi meninggal 452 kasus.

Keterisian Rumah Sakit atau Bed Occupansy Ratio (BOR) 95,48%, untuk mengantisipasi pihaknya telah mengeluarkan surat edaran wali kota Bandung no 443/SE-081.Dinkes tanggal 15 Juni 2021 perihal penambahan tempat tidur rumah sakit.

“Maka sejak keluar SE tersebut telah ada penambahan 132 kapasitas tempat tidur baru. Data score lebeling kota Bandung masih zona merah dan terjadi penurunan skor 1,69 sedang periode sebelumnya 1,72 hal ini menandakan kondisi sangat kritis sehingga perlu antisipasi kewaspadaan PPKM mikro seluruh wilayah kecamatan kelurahan di kota Bandung,” jelasnya kepada wartawan usai ratas secara virtual, Rabu (29/6/2021).

Bahkan Oded menegaskan pihaknya telah melakukan antisipasi dan rencana penanganan kondisi tersebut yakni memperintahkan seluruh gugus tugas semua level untuk optimalkan fasilitas isolasi mandiri (Isoman) yang sudah tersedia.

“Pelaksanakan PPKM dihimbau untuk melaksanakan sampai tingkat RT, RW. Rumah sakit alokasi pra perawatan ex RSKIA penambahan tenaga dan prasarana tambahan pemakaman. Untuk vaksinasi sudah banyak dibantu TNI-Polri dan pihak lain,” pungkasnya.

Melihat kondisi kekinian lanjut Oded, maka regulasi akan disesuaikan dengan melakukan revisi Perwal no 61 tahun 2021, soal pembatasan aktivitas sosial, kerumunan, penutupan tempat ibadah, dan tidak ada kegiatan seni budaya.

“Kegiatan perekonomian sampai 17.00 wib, himbau instansi perusahaan lakukan WFH 70% karena zona merah, pembatasan mobilitas penduduk, perluasan penutupan jalan, dan pemberlakuan jam malam, revisi Perwal akan mengikuti kebijakan pusat PPKM darurat, 3 hari kedepan operasional mal mengikuti penutupan jalan,” tegas Oded mengakhiri.(kai)

Berita Terbaru