Kamis, September 29, 2022
spot_img

Pakar Unpad: Kalau Tempat Ibadah Tutup Mall Pun Harus Tutup

BerandaDaerahPakar Unpad: Kalau Tempat Ibadah Tutup Mall Pun Harus Tutup

BANDUNG – Penularan virus covid-19 bisa terjadi saat interaksi entah itu di mall ataupun mesjid, sehingga seharusnya kata Pakar Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Padjadjaran (Unpad) Dr.Irvan Afriandi semua tempat tersebut baik mall dan mesjid ditutup saja.

Sehingga dikotomi kebijakan mall dibuka sementara mesjid atau tempat tempat ibadah ditutup dimasa PPKM darurat ini tidak memicu kontroversi.

“Disitulah nilai PPKM darurat yang maksimum artinya tutup semua karena mau di masjid mall dibuka kalau ada interaksi, penularan terjadi. Bukan karena interaksi di mesjid virus gak menularkan enggak justeru virus itu adalah mahluk yang taat kepada perintah allah, menurut hukum virus diperjalankan melaui interaksi mau ketemu di mesjid di depan kabah atau di mall sama sama menularkan,” jelas Irvan pada Bandung Menjawab secara virtual, Kamis (1/7/2021).

“Ilmu pengetahuan itu adalah sesuatu yang generik yang universal,” tambahnya.

Jadi lanjut Irvan, harus tutup semua. Karena disitulah harus ditempuh pilihan kebijakannya.

Irvan menilai PPKM darurat yang digariskan pemerintah pusat itu kebijakan minimum. Ketika itu dirasa tidak cukup menurut Pemkot Bandung, boleh lebih dan itu dituangkan ke dalam peraturan wali kota.

“Ya tutup aja semua, jangan karena covid lah tapi anggap semua sakit misal tipes dan lainnya mengharuskan istirahat dulu kan. Walau kita tahu tdk semua mendapat penghasilan, makanya mari bangun sikap gotong royong, rw segera inventarisir mana warganya yang rentan terus bikin skenario,kumpulkan potensi diseluruh rw saling menolong, disitu kepimpinan publik arahnya,” beber Irvan.(kai)

Berita Terbaru