Minggu, Oktober 2, 2022
spot_img

Stok Oksigen Menipis, RSKIA Was-Was

BerandaKota BandungStok Oksigen Menipis, RSKIA Was-Was

BANDUNG – Kepala Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Taat Tagore, membenarkan beberapa pelayanan di RSKIA dilakukan penutupan. Selain pelayanan poli ditutup, beberapa pelayanan rawat inap pun dikurangi tidak penuh seperti biasanya. Alasannya pasokan oksigen belum stabil dan tidak ada stok.

“Biasanya kita aman seharian, nah ini gak ada jaminan. Sekarang ada enam jam, kalau gak ada pasokan (oksigen-red) bisa kocar-kacir. Jadi ya kita harus mengamankan stok minimal sehari,” jelas Taat saat dihubungi wartawan, Senin (5/7/2021).

Karena kebutuhan oksigen sangat tinggi dan persediaan menipis kata Taat, mau tidak mau harus mengurangi penerimaan pasien rawat inap.

“Pasien yang rawat inap lainnya seperti pasien penyakit dalam, bedah dan anak dikurangi. Supaya konsumsi oksigen gak terlalu tinggi dan pasien covid-19 bisa tercukupi,” ucapnya.

“Kita kapasitas 150, kelihatan waiting list agak turun di IGD karena kita tutup beberapa hari gak nerima. Mudah-mudahan gak ada waiting list, tadi pagi yang nunggu 4 orang,” terangnya lagi.

Persoalan oksigen sendiri kata Taat, dari pihak rumah sakit sudah meminta ke pemda, namun sama semua berusaha menstabilkan persediaan.

“Dikejar-kejar kalau gak ada produksinya darimana. Semua lagi berusaha, didata sudah, bikin jalur khusus juga sudah. Kelihatannya permintaan sangat meningkat, pesanan dan produksi oksigen gak tahan kalau dihajar begini terus. Untuk pasien covid-19 aja 300 tabung sehari, sementara kedatangan (oksigen-red) kurang dari itu, paling datang 60 makanya auto degdeg-an. Sekarang kalau ruang ICU punya 8 (tabung-red) tapi pasien yang memerlukan lebih dari itu. Ruang bayi biasanya 20 (tabung-red) sekarang tinggal 8,” jelasnya. (kai)

Berita Terbaru