Rabu, Oktober 5, 2022
spot_img

RSKIA Direncanakan Jadi Rumah Sakit Central Covid-19

BerandaNewsRSKIA Direncanakan Jadi Rumah Sakit Central Covid-19

BANDUNG – Karena kekurangan dan kewalahan sumber daya manusia untuk tenaga kesehatan di rumah pra atau pasca hospital. Maka kini Pemkot Bandung akan mempertimbangkan penggunaan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) untuk dijadikan rumah sakit Central covid-19.

“Kita sedang pertimbangan kan RSKIA jadi centra RS covid-19, sedang RSUD Ujungberung untuk ibu dan anak. Kalau itu fisible nanti kebijakan pak wali,” tegas Ema usai monitoring ketersediaan oksigen di jalan Industri, Rabu (7/7/2021).

Hal itu kata Ema karena masalah kekurangan SDM untuk di pra atau paska hospital jika diadakan di tempat baru.

“Kalau tempat tidak sulit, bahkan pembersihan sudah dilakukan barang barang selama satu tahun tidak aktif sudah diambail dan sebagian ada ditaro di gudang disana. Masalahnya pra hospital ini kan kita harus menyiapkan dokter, perawat dan lain sebagainya kita belum maksimal siap. RSKIA di jalan Kopo pun kedodoran,” gerutunya.

Himbauan provinsi agar rumah sakit menambah bed occupansy ratio (BOR) 60%, kata Ema sudah dihimbau melalui surat edaran ke 29 rumah sakit di kota Bandung guna didorong terkait itu.

“Akan keluarkan SE lagi, akan didorong secara keseluruhan. Banyak sudah diatas 40%, RSKIA saja 47%, kalau kasus terus meningkat terus dorong jadi 60%, contoh oksigen jatah industri 10% jadi tidak ada karena dialihkan ke rumah sakit,” ucapnya.

Ditanya terkait dengan jaringan pengaman sosial (JPS) kata Ema sesuai regulasi aman dari biaya tak terduga (BTT) terutama alokasi non data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang terdampak covid-19.

“Saat ini sedang verifalid oleh kecamatan, sama dengan tahun lalu besarannya 500 ribu. Kata Pak Tono Kadinsos, sudah terdata 60 ribu non DTKS, kalau DTKS sama pusat ya,” jelasnya.

Dikatakannya lagi, soal bantuan bagi warga yang menerapkan PPKM atau lockdown terpantau kemandirian luar biasa, dana suplai kuat. Simpati untuk saling berbagi terutama bagi warga yang tengah isoman.

“Warga luar biasa pemerintah tetap perhatikan itu, contoh kemarin ada bantuan beras, masyarakat berbagi nasi bungkus bagi yang isoman,” ungkapnya.(kai)

Berita Terbaru