Minggu, Oktober 2, 2022
spot_img

Soal Penutupan Jalan Begini Kata Pemkot Bandung

BerandaKota BandungSoal Penutupan Jalan Begini Kata Pemkot Bandung

Mohon Maklum, Saya Ge Ripuh Puputeran (Saya juga pusing berkeliling, red)

BANDUNG – Buka tutup jalan di 30 titik ruas jalan ring 1, 2, dan 3 serta 5 gerbang tol masuk kota Bandung yang mulai dibagi dalam tiga waktu yakni mulai jam 08.00 – 11.00 wib, lalu 13.00 – 16.30 wib dan 18.00 – 06.00 wib diakui Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Sekertaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna belum secara formal.

“Belum ada kesaya, mungkin ke pak Ema ada gak. Saya sampaikan beberapa kali urusan jalan itu domain ada di kepolisian dan dishub saya serahkan ke mereka karena mereka yang faham, saya percaya mereka,” jelas Oded di jalan Industri, Rabu (7/7/2021).

Adapun saat ini terjadi perubahan perubahan kata Oded akan terus dievaluasi. Hasil evaluasi kepolisian sendiri mobilitas masih meningkat salah satunya karena sejumlah perusahaan belum menerapkan work form home (WFH).

“Ya itu lah kembali lagi saya kira kebijakan kita dan kepolisan, dishub saya kembalikan lagi alasan banyak mobilitas. Harapan saya saling memahami kondisi ini saya kira kita bisa mengendalikan kemauan bersama sama lebih baik dan cepat penanganan ini. Soal WFH sendiri sudah diserahkan surat edaran dan belum ada laporan perusahaan mana saja yang sudah WFH atau belum,” tegasnya.

Ditambahkan Ema saat ini ia baru menerima informasi yang tersebar di WA saja tapi itu belum secara formal.

Namun diakui Ema, ia mendapat laporan dari Kadishub bahwa memang akan ada rapat terkait penutupan jalan itu.

“Semua konfirmasi ke saya, saya jawab surat asli belum terima tapi memang informasi ada rapat itu dan akan melaksanakan seperti ini, tujuannya jadi pilisofi dan latar belakang pemikiran pihak kepolisian ingin membagi waktu jam 8 sampai 10 tutup supaya warga ter menej dari sisi waktu. Kemudian dibuka mobilitas terjadi tapi sudah berkurang karena sudah sampai di tempat kerja dan sebagainya kemudian agar tidak ada mobilitas tutup lagi. Nah jam 4 buka lagi, jam 6 close semua,” ungkapnya.

“Saya kira itu menejemen waktu sudah bagus supaya masyarakat juga menyesuaikan dengan pola ini kalau dilepas pabeulit (pusing,red) semua mobilitas tak terkendali ini analisa saya, langkah yang diambil positif begitu,” ucapnya lagi.

Penutupan jalan difokuskan di ring 1 dan 2 kata Ema hal itu wajar karena ring 3 itu lintas batas sehingga tidak memungkinkan jika sejak pagi sudah dikunci.

Ema yakin kebijakan aparat Polretabes Bandung sudah ada koordinasi dengan luar daerah.

Ema menghimbau warga menyesuaikan kondisi darurat ini.

“Kalau normal moal kikieuan (tak akan begini,red), saya ge ripuh sarua (saya juga susah sama,red). Ini mau ke Ujungberung gak tahu nepi (sampai,red) jam sabarahanya (berapa,red) jalani saja,” imbuhnya.

Soal penilaian penerapan pembatasan dinilai lebih bagus saat PSBB April 2020 lalu dengan PPKM darurat saat ini. Diakui Ema tidak bisa dinilai seperti itu, pasalnya sekarang berbeda penyebaran virus ada varian delta yang menurut ahli 6 sampai 8 kali lebih cepat penyebarannya makanya terkonfirmasi lebih banyak.

Konsentrasi masyarakat dulu dan sekarang berbeda, konsentrasi dulu lebih kuat, sedang sekarang masyarkat tidak konsen semisal kedisiplinan menurun.

“Tapi ini dugaan bukan satu judgment. Dan terkait tambahan yang terkonfirmasi salah satunya karena 3T berjalan terus. Dan tidak semua terkonfirmasi masuk RS atau tidak, kalau ringan dorong ke isoman jangan diartikan semua faskes belum tentu,” tutupnya.(kai)

Berita Terbaru