Senin, September 26, 2022
spot_img

Awasi Kelangkaan Oksigen, Pemkot Bandung Bentuk Pokja

BerandaKota BandungAwasi Kelangkaan Oksigen, Pemkot Bandung Bentuk Pokja

BANDUNG – Awasi kelangkaan oksigen Pemkot Bandung membentuk kelompok kerja (Pokja) pemantauan ketersediaan oksigen.

Tugas pokja tersebut yaitu bagaimana menjamin ketersediaan pasokan oksigen ke rumah sakit sehingga warga atau pasien, para direktur rumah sakit tidak terlalu khawatir dengan pasokan oksigen.

“Kejadian hari Minggu lalu keterlambatan pasokan likuid, karena listrik down sehingga pabrik menghentikan produksi otomatis oksigen ke Jabar khususnya ke kota Bandung terhambat. Saya juga sudah ada early warning dari filling station jam 7 hati hati pasokan likuid kosong, saya deg degan itu. Saya telepon ke pusat saya sampaikan di rumah sakit kota Bandung ini ada ribuan pasien yang membutuhkan oksigen dan disetujui untuk selalu dikirim,” jelas Kepa Disdagin Elly Wasliah pada Bandung menjawab secara virtual, Kamis (8/7/2021).

Mengutip dari Dinkes lanjutnya bahwa kebutuhan oksigen di kota Bandung mencapai 70.790 meter kubik, termasuk untuk Puskesmas.

“Kita minta filling station atur pasokan atur jadwal agar tetap terjamin. Alhamdulilah juga kita dapat bantuan CSR pupuk Sriwidjaja Palembang sebanyak 10,8 ton likuid dikoordinir provinsi Jabar, sangat bermanfaat dan kita tidak hanya andalkan filling station,” ucapnya lagi.

Lanjutnya dari 5 filling station oksigen total produksi likuid sekitar 25000 meter kubik. Disdagin juga meminta agar filling station memberikan pasokan oksigen untuk 28 agen dengan syarat kerjasama dengan rumah sakit dan ada daftar pasien isoman, sehingga warga tidak harus langsung ke filling station.(kai)

Berita Terbaru