Senin, September 26, 2022
spot_img

PKKM Darurat, Mall Merugi 27-30 Miliar Rupiah

BerandaKota BandungPKKM Darurat, Mall Merugi 27-30 Miliar Rupiah

BANDUNG – Sekjen Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) M Satriawan Natsir mengatakan sejak pemberlakukan PPKM darurat sebanyak 12.475 pegawai dari 24 mall kini dirumahkan.

Potensi kerugian perhari mall rata rata dari 250 tenant sekitar Rp 27-30 miliar per hari.

“Kebijakan yang diambil karyawan manajemen office wfh, kalau karyawan di tenant banyak dirumahkan bahkan PHK, karena belum bisa memastikan sampai kapan ini berakhir. Masing masing mall melakukan penyesuaian tenaga keamanan, cleaning, parkir dan maintain mall, juga berlakukan penjualan online,” terangnya, pada Bandung menjawab secara virtual, Kamis (8/7/2021).

Menghadapi PPKM darurat ini APPBI meminta pemerintah melakukan relaksasi ekonomi yakni membebaskan tarif minimum PLN yang rata rata dalam kondisi tutup atau tidak ada penggunaan listrik mereka haru tetap bayar biaya abodemen sekitar Rp300-500 juta perbulan.

Selain itu meminta dibebaskan pajak dan retribusi mall karena saat ini tidak ada pemasukan.

“PPKM ini pemasukan tidak ada tapi cost tetap harus kita keluarkan, kami ada solusi setelah PPKM agar tarif parkir ke mall naik seperti di daerah lain Rp40-60 ribu,” sarannya.

Ian sapaan akrabnya mengaku menyayangkan terjadinya PHK masal, selain itu ia juga prihatin tenant yang kini banyak mengundurkan diri adalah tenant UMKM skala lokal.

“Kalau nasional bisa ngatur dan bertahan kondisi ini, tapi yang lokal yang awapnya kita support dengan kondisi ini pada mengajukan tutup, ya 20-30% tenant tutup,” jelasnya.

Sementara itu ada 26 tim pengawas pemberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dari Dinas Perdagangan dan Perdagangan (Disdagin) Kota Bandung bergerak memantau 24 mall, pasar modern atau ritel, cafe dan resto di kota Bandung.

Disampaikan Kepala Disdagin Elly Wasliah sejak diberlakukan PPKM darurat ini 24 mall ditutup kecuali yang diperbolehkan buka yakni swalayan khusus jual kebutuhan sehari hari, toko obat, toko peralatan kesehatan. Dan untuk cafe, resto boleh buka namun hanya take away (dibawa) alias tidak boleh makan ditempat.

Selain itu jam operasional pun diatur jam 10.00 – 19.00 wib, berikut kapasitas pengunjung hanya 50%.

“Selain itu wajib ditutup misal fashion dan kosmetik, pengawasan diawasi oleh 26 tim satu tim 3 orang melakukan pengawasan ke sejumlah mall atau ritel untuk implementasi kepatuhan alhamdulilah sampai hari ini belum ada pelanggaran,” jelas Elly.

Tugas tim pengawas itu sendiri kata Elly memastikan mall, cafe, resto, dan pasar modern mengimplentasikan PPKM darurat tersebut. Warga pun bisa melapor ke medsos Disdagin di IG.

“Mulai akses masuk ke mall yang harus dikurangi, bahkan ada beberapa mal menyiapkan area khusus bagi ojek online agar tidak masuk ke mall. Kemudian mengawasi jam operasional dan cafe resto yang hanya dibolehkan take away,” tandasnya. (kai)

Berita Terbaru