Senin, September 26, 2022
spot_img

Pemotongan Hewan Kurban Harus Dengan Prokes Ketat

BerandaKota BandungPemotongan Hewan Kurban Harus Dengan Prokes Ketat

BANDUNG – Pemotongan hewan kurban dilaksanakan di lapangan atau di mesjid diharuskan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Selain itu pemotongan hewan dilakukan tanggal 21,22, dan 23 (hari tasyrik), sedang pada tanggal 20 Juli 2021 tidak diperkenankan karena masih dalam masa PPKM darurat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Gingin Ginanjar mengatakan bahwa pihaknya menerjunkan 30 tim pemeriksa hewan kurban baik pemeriksaan hewan layak kurban (post mortem) ataupun pemeriksaan hewan setelah disembelih (ante mortem).

“Ada 124 titik direkomendasikan tempat penjualan hewan kurban, ini penjual diluar peternak kota Bandung,” ujar Gingin pada Bandung menjawab secara virtual Kamis (15/7/2021).

Syarat hewan kurban sendiri kata Gingin usia hewan baik sapi ataupun kambing tidak kurang dari 2 tahun, lalu gigi tetap hewan sudah tanggal.

“Rata rata yang tidak memenuhi syarat itu usia belum 2 tahun, gigi belum tanggal, dan ada penyakit seperti mata, sekitar mulut,” bebernya.

Gingin pun menyampaikan update data per hari Rabu (14 Juli 2021) sampai jam 17.00 WIB, total keseluruhan hewan sudah diperiksa sebanyak 3.925 ekor. Dengan rincian sapi yang layak kurban sebanyak 1.076 ekor, tidak layak sebanyak 62 ekor dari jumlah diperiksa sebanyak 1.138 ekor.

Untuk domba yang layak kurban sebanyak 2.616 ekor dan tidak layak 158 ekor dari jumlah diperiksa sebanyak 2.774 ekor. Dan untuk Kambing, layak kurban sebanyak 8 ekor, tidak layak sebanyak 5 ekor dari jumlah diperiksa sebanyak 13 ekor.

Ditambahkan Kementerian Agama Kota Bandung Tedy Ahmad Junaedi bahwa penyelanggaraan pemotongan hewan kurban di lapangan ataupun mesjid hanya disaksikan petugas hewan kurban saja.

“Kalau tanggal 20 dikhawatirkan membludak terjadi kerumunan. Ideal satu pisau kalau terbatas mau tidak mau pisau didisinfektan setiap pindah tangan, penerima hewan kurban tidak ke tempat pemotongan tapi panitia yang akan mengantarkan dengan protokol ketat, tidak salaman atau kontak langsung dengan masyarakat atau penerima,” jelasnya.

Begitupun disampaikan Wakil Ketua MUI Kota Bandung KH Maftuh Kholil bahwa ijab kobul hewan kurban dari pemilik hewan kurban ke panitia bisa dilakukan secara virtual.

“Pengalaman saya tahun lalu ini lebih efektif dan efisien. Karena yang hadir terbatas panitia saja, jadi tahun ini keluarga yang berkurban tidak datang tapi diam dirumah ijab dan menyaksikan pada zoom saja,” tandasnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Momon A Imron menyampaikan bahwa syarat pelaksana penyembelihan hewan kurban harus menerapkan protokol kesehatan ketat dan pengawasan serta pengendalian dilakukan oleh satgas kecamatan dan kelurahan.

“Wajib melaksanakan pelaporan kepada satgas untuk memastikan prokes dipatuhi atau tidak,” tandasnya.(kai)

Berita Terbaru