Minggu, Oktober 2, 2022
spot_img

Takbir Keliling Atau di Masjid Ditiadakan, Hanya Boleh Gunakan Audio

BerandaKota BandungTakbir Keliling Atau di Masjid Ditiadakan, Hanya Boleh Gunakan Audio

BANDUNG – Berdasarkan surat edaran (SE) Kementerian Agama no 17 terkait pelaksanaan Idul Adha pada tanggal 20 Juli 2021 untuk shalat berjamaah di mesjid atau di lapangan ditiadakan.

Bukan hanya itu malam takbiran yang biasa dilakukan beberapa jamaah di masjid atau keliling kota ditiadakan. Takbiran kali ini pun pihak masjid hanya mendengarkan audio visual melalui pengeras suaranya saja.

“Berdasarkan SE 17 dinyatakan bahwa pelaksanaan malam takbiran hendaknya dilaksanakan dirumah masing masing, masjid tetap melaksankan kegiatan takbiran dengan audio visual,” jelas Kemenag Kota Bandung Tedy Ahmad Junaedi pada Bandung menjawab secara virtual Kamis (15/7/2021).

Tujuannya sendiri kata Tedy bukan melarang masyarakat ke masjid namun menghindari kerumunan.

“Karena kalau sudah satu orang masuk menyusul berikutnya sehingga berkerumun dan potensi konplik lokal pengurus masjid dan masyarakat akan adu argumentasi, sehingga pemerintah menghimbau masyarakat sadar melaksanakan dirumah masing masing,” ucapnya lagi.

Hal ini kata Tedy berlaku bukan hanya tempat peribadatan agama Islam atau mesjid saja namun juga semua agama, diharapkan endingnya kasus covid-19 bisa menurun dengan berdiam diri dirumah.

Sementara itu Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung KH Maftuh Kholil menyampaikan bahwa shalat Idul Adha termasuk sunah sehingga tidak harus selalu dilakukan di mesjid atau lapangan dengan jumlah jamaah banyak.

“Shalat bisa dirumah masing masing, berjamaah bisa minimal 2 orang satu imam dan satu makmum. Shalat Idul Adha paling tidak seperti shalat qobla dzuhur 2 rakaat juga boleh setelah selesai berkutbah atau tidak, tidak apa apa,” jelas Maftuh.

Pelaksanakan shalat Idul Adha sendiri dijelaskan Maftuh diawali niat, takbiratul ihram, doa iftitah.

“Pada raka’at pertama membaca takbir seraya mengangkat kedua tangan melafalkan Allahuakbar lalu membaca subhanallah walhamdulilah wala quata illolloh wallohuakbar lalu takbir lagi. Raka’at pertama 7 x takbir setelah selesai takbir Al Fatihah lalu membaca surat yang hapal, lalu seperti biasa. Raka’at kedua 5x takbir baru alfatihah seperti tadi, tapi kalau ragu 7x 5x bisa seperti qobla dzuhur saja 2 raka’at,” tandasnya.

Ditambahkan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Momon A Imron bahwa sesuai peraturan dan SE maka per hari ini aturan itu berlaku demikian. Namun jika ada perubahan maka akan disampaikan lagi perubahannya.

“Shalat berjamaah idul Adha ditiadakan, takbiran di mesjid dan arak arakan ditiadakan, penyembelihan tanggal 20 tidak ada. Penyembelihan diharapkan di RPH tapi kapasitas tidak memungkinkan masyarakat boleh menyelenggarakan dengan prokes ketat,” jelasnya.

“Namun kita menyesuaikan dengan aturan yang lebih tinggi ya jadi intinya Pemkot menyesuaikan aturan yang berlaku dan akan segera merubah jika memang nanti ada aturan baru jika PPKM darurat diperpanjang,” tuturnya.(kai)

Berita Terbaru