Senin, September 26, 2022
spot_img

Belum Terima Surat Terbuka HPPB, Yana Akui PPKM Darurat Berdampak Tinggi Pada Ekonomi dan Sosial

BerandaKota BandungBelum Terima Surat Terbuka HPPB, Yana Akui PPKM Darurat Berdampak Tinggi Pada...

BANDUNG – Menanggapi surat terbuka dari para himpunan pedagang Pasar Baru yang ditujukan pada Presiden Republik Indonesia, Menteri Sosial dan Perindustrian dan Perdagangan, Wali Kota serta Kepala Dinas Sosial dan Disdagin, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengaku belum menerima resmi surat terbuka tersebut.

Namun demikian menurut Yana penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat itu ditetapkan oleh pemerintah pusat jadi tentunya kota Bandung mengikuti.

“Karena pemerintah pusat juga punya metode untuk mengukur apakah sudah terjadi penurunan atau tidak penyebaran covid-19 di berbagai wilayah di Indonesia. Pemerintah pusat pakai metode Facebook aktivity, google mobbility, dan nigth lihgt NASA nah itu kan indikatornya memang di provinsi aja pengurangan mobilitas itu kan baru-17 gitu ya, dikita malah masih-10 jadi menurut versi pemerintah pusat belum terjadi penurunan mobilitas padahal kunci menekan penyebaran covid-19 sekarang yang ini memang lewat pembatasan mobilitas jadi mungkin pemerintah pusat memperpanjang sampai akhir bulan,” beber Yana usai menghadiri Launching Penyaluran Bantuan Beras PPKM 2021 di Gedung Bulog Cisaranten, Jl. Raya Gede Bage No.19, Minggu (18/7/2021).

Disinggung jika PPKM darurat diperpanjang cukup kah anggaran kota Bandung untuk membatu warga terdampak.

“Soal cukup gak cukup kita upaya lah, kita saat ini dengan segala keterbatasan masih menggangarkan APBD kota Bandung Rp 30 miliar untuk memberi bantuan kepada 60 ribu warga terdampak PPKM darurat ini untuk mereka terima masing masing Rp 500 ribu jadi mudah mudahan bentuk bantuan ini menunjukkan empati dari pemerintah Kota Bandung kepada warga terdampak PPKM darurat,” jelasnya.

Tetapi Yana berharap PPKM darurat ini tidak diperpanjang lagi. Namun saat ini bentuk perhatian pemerintah kota Bandung meskipun keterbatasan APBD kata Yana, masih punya keinginan untuk meringankan menyisihkan anggaran tersebut.

Alasannya sendiri kata Yana karena memang dampak ekonomi, sosial ke warga kan cukup tinggi.

“Sebetulnya harapannya pandemi segera berakhir, tapi sekali lagi pandemi berakhir kalau kita sama sama gak pemerintah saja tapi masyarakat juga ikut, prokes utama ya,” imbuhnya.

Sementara itu angka konfirmasi aktif di Kota Bandung masih tinggi ralam dua hari ini mencapai angka 500 an orang terpapar.

Menurut ya hal itu adalah hasil tes dan merupakan satu fakta yang ada, bahwa penyebaran itu masif dan masih terjadi, berdasarkan indikator tadi konfirmasi aktif penambahan harian, estimasi reproduksi virus, positif rate.

Angka angka itu masih menunjukkan kenaikan, kata Yana bukan hanya pemerintah yang harus bekerja keras namun dibarengi masyarakat juga, karena kuncinya protokol kesehatan.

Begitupun soal vaksiniasi, kata Yana berulang menyampaikan bahwa vaksinasi bukan untuk diri sendiri tapi untuk membentuk herd immunity, harapnya kalau sudah 70% warga kota Bandung divaksin ia optimistis pandemi selesai.

“Kan kita target 1,9 setiap 2 juta kurang dosis 1 kita sudah 600 rb kurang 1,4 juta dosis 1, kita punya lebih dari 1000 vaksinator satu vaksinator bisa nyuntik 50 saja per hari bisa 50 ribu orang divaksin, 1,4 juta kita cukup 28 hari selama vaksin ada, dosis kedua baru 350 lah 400 ribuan kurang 1,6 selama vaksin ada itu butuh paling 32 hari ya,” bebernya.

“Insyaallah kalau vaksin ada, mungkin Agustus September herd immunity itu terbentuk insyaallah,” tutupnya.(kai)

Berita Terbaru