Kamis, September 29, 2022
spot_img

Oded Akan Kirim Surat Menolak Perpanjangan PKKM Darurat

BerandaKota BandungOded Akan Kirim Surat Menolak Perpanjangan PKKM Darurat

BANDUNG – Wali Kota Bandung Oded M Danial menyampaikan akan mengirim surat ke pemerintah pusat terkait aspirasi pedagang pasar dan kaki lima, driver online Bandung raya serta gabungan remaja mengatasnamakan literasi Bandung.

“Curhatan mereka, mereka sudah tidak tahan, mereka sudah tidak bisa bayar cicilan mobil ataupun motor, mereka berat. Menyampaikan aspirasi ke Pemkot ke mang Oded minta menyampaikan ke pusat, keberatan mereka perpanjangan PPKM darurat ini,” ucap Oded di Pendopo, Senin (19/7/2021).

Suratnya sendiri kata Oded akan dikirim secepatnya setelah diterima dan ditandatangan.

“Akan segera disampaikan, nanti siang jam 13.00 WIB ada ratas dengan pusat, tapi belum tahu arahnya kemana sehingga tidak serta merta bisa menyampaikan,” ucapnya.

Soal kabar perpanjangan PPKM darurat kata Oded, ia yakin di pusat pun sedang mengevaluasi.

Sementara itu Koordinator Perhimpunan Pedagang Pasar Kota Bandung, Rahmat Heryandi menyatakan menolak keras perpanjangan PPKM darurat jika aktivitas ekonomi tetap diberlakukan seperti saat ini, banyak penyekatan jalan dan sejumlah usaha ditutup.

“Tetapi bila aktivis ekonomi berjalan normal dengan standar prokes ketat kami dukung bersama, kami apresiasi pak wali kirim surat ke pusat bahwasanya PKKM Darurat untuk tanggal 21 Juli 2021 harus ada pelonggaran ekonomi meringankan roda ekonomi yang ada di kota Bandung,” ungkap Rahmat.

Diakui Rahmat, kemerosotan pendapatan pera pedagang bukan baru dua minggu ini sana namun sudah 1 tahun lebih.

“Kita hidup dengan memakan modal, kalau misal keluar 200 dapat segitu ya itu kita pakai makan, buka labanya,” gerutunya.

“Banyak pedagang sudah gulung tikar dengan kondisi ini, makanya kami tegas tolak perpanjang PPKM karena itu menyengsarakan masyarakat dan pedagang. Sekali lagi kalau teknis tutup jalan, tutu usaha kami menolak, tapi kalau ada relaksasi ekonomi dilonggarkan dengan prokes gak apa apa, ada sekitar 40 persen pedagang gulung tikar,” tuturnya.

Ditambahkan kordinator driver online Bandung raya Ian Restu berharap ada solusi atas kebijakan ini.

“Satu dua hari ada jawaban yang pasti bukan basa basi dari pemerintah,” tutur Ian.(kai)

Berita Terbaru